Serangan Drone di Kedutaan Rusia di Swedia: Ancaman Baru di Jantung NATO

Emanuel

Stockholm – Suasana tenang di Ibu Kota Swedia terusik oleh insiden keamanan yang tidak biasa. Dua unit drone tak dikenal dilaporkan menyerang kompleks Kedutaan Besar Rusia di negara anggota NATO tersebut. Peristiwa yang terjadi antara Rabu hingga Kamis malam waktu setempat ini memicu kekhawatiran dan tanggapan keras dari pihak Rusia.

Menurut laporan RT, insiden pertama terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Sebuah drone menjatuhkan wadah berisi cat merah ke area kedutaan. Kejadian yang lebih mengkhawatirkan menyusul ketika drone kedua jatuh di dekat gedung diplomatik. Yang mengejutkan, drone kedua ini ditemukan terpasang dengan alat peledak palsu.

Pihak Kedutaan Besar Rusia tidak tinggal diam. Mereka menyatakan bahwa jatuhnya drone kedua di dekat kompleks misi diplomatik "bukan karena kecelakaan". Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya motif di balik serangan tersebut.

"Keadaan terakhir ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya menghadapi provokasi, tapi juga upaya terang-terangan untuk mengintimidasi pegawai misi Rusia," tegas kedutaan dalam pernyataan resminya. Mereka menambahkan dengan tegas, "Kami akan mengatakan secara langsung bahwa ini tidak akan berhasil."

Duta Besar Rusia untuk Swedia telah menyampaikan teguran resmi kepada otoritas Swedia. Mereka menyoroti apa yang disebut sebagai "kegagalan menghentikan kampanye serangan sistematis" yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Pihak Rusia menggarisbawahi kewajiban Swedia berdasarkan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik tahun 1961. Konvensi tersebut mewajibkan negara tuan rumah untuk melindungi misi diplomatik asing di wilayahnya.

Namun, laporan menyebutkan bahwa polisi Swedia hanya mencatat insiden tersebut secara resmi. Belum ada kemajuan signifikan dalam penanganan "lusinan" kasus serupa yang belum terselesaikan. Kedutaan Rusia memperingatkan, "Mengingat hal ini, pihak Swedia-lah yang akan memikul tanggung jawab penuh atas serangan lebih lanjut dan konsekuensinya."

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pejabat di Stockholm mengenai insiden tersebut.

Kedutaan Rusia sendiri telah melaporkan serangkaian insiden serupa sejak Mei 2024. Sebagian besar melibatkan drone yang menjatuhkan kontainer berisi cat. Salah satu insiden paling menonjol sebelumnya terjadi pada Januari 2025. Kala itu, polisi Swedia menangkap seorang warga negara Ukraina yang menabrakkan mobil ke gerbang kedutaan.

Peristiwa ini menjadi sorotan mengingat Swedia merupakan anggota NATO. Serangan terhadap misi diplomatik Rusia di negara tersebut menambah daftar ketegangan geopolitik yang ada. Perkembangan lebih lanjut dari investigasi dan respons Swedia akan terus dipantau.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All