Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Magang Nasional Angkatan Kedua tahun 2026. Langkah ini diambil guna mempercepat penyerapan tenaga kerja muda lulusan sarjana.
Tahun ini, cakupan peserta program melonjak signifikan mencapai 150.000 orang. Mereka akan disebar ke sekitar 8.800 perusahaan BUMN serta sektor swasta nasional.
Pemerintah berfokus memfasilitasi lulusan baru agar bisa segera mendapatkan pekerjaan. Selain itu, peserta diharapkan memperoleh penghasilan tetap setelah menyelesaikan masa studinya.
Para sarjana akan menjalani masa magang selama enam bulan. Mereka mendapatkan kompensasi bulanan berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta.
Besaran gaji tersebut disesuaikan dengan standar upah minimum kabupaten atau kota. Hal ini menjadi bentuk perlindungan bagi para tenaga kerja muda.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan pentingnya program ini bagi generasi muda. Pemerintah terus berupaya mengatasi tantangan klasik lulusan S1 sulit mendapatkan kerja.
Teddy menyampaikan bahwa target utama adalah mahasiswa yang baru lulus kuliah. Mereka harus bisa langsung bekerja dan menerima penghasilan layak.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui bimbingan tenaga ahli. Setiap peserta akan didampingi mentor berpengalaman di perusahaan masing-masing.
Tahun ini, program diperluas ke berbagai sektor profesi lainnya. Akses bagi penyandang disabilitas juga kini dibuka secara lebih luas.
Langkah ini bertujuan agar keterampilan peserta bertambah secara praktis. Pengalaman langsung di dunia industri menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
Evaluasi pelaksanaan periode 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif. Sebanyak 100 ribu peserta telah terlibat aktif di seluruh Indonesia.
Data mencatat 30 persen peserta langsung diangkat menjadi karyawan tetap. Sementara 30 persen lainnya saat ini sedang mengikuti proses rekrutmen lanjutan.
Teddy menyebut program ini sebagai jembatan nyata bagi pencari kerja. Mahasiswa lulusan baru kini memiliki peluang lebih besar untuk berkarier.
Pemerintah memproyeksikan Program Magang Nasional sebagai instrumen strategis jangka panjang. Fokus utamanya adalah memperkuat kompetensi sumber daya manusia di Indonesia.
Upaya ini diambil agar generasi muda lebih adaptif terhadap dinamika industri. Kebutuhan dunia kerja saat ini memang menuntut kesiapan praktis yang matang.
Peluncuran ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi masalah pengangguran terdidik. Sinergi antara pemerintah dan perusahaan menjadi pilar utama keberlanjutan program ini.
Program Magang Nasional kini menjadi harapan baru bagi para sarjana. Diharapkan ke depannya jumlah serapan tenaga kerja akan terus meningkat pesat.











