Udara Beracun di Sekitar TPA Jatiwaringin: 64 Warga Terpaksa Mengungsi

Darus H

Kondisi udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, kini berada pada level yang sangat berbahaya. Dampak asap pekat akibat kebakaran hebat di lokasi tersebut memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 64 jiwa dari 33 kepala keluarga telah dievakuasi ke hunian sementara yang lebih aman. Langkah ini diambil oleh otoritas setempat menyusul laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait kualitas udara yang memburuk secara signifikan.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait untuk mempercepat pemadaman. Salah satu upaya yang ditempuh adalah operasi water bombing menggunakan helikopter khusus.

Pengerahan water bombing milik KLH yang didatangkan dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan menjadi kunci pemadaman. Helikopter tersebut terus menyiramkan 4.000 liter air ke titik api di area tumpukan sampah.

Selain evakuasi, Polda Banten juga telah menerjunkan tambahan personel dari Direktorat Samapta serta Satuan Brimob untuk mengamankan lokasi. Seluruh petugas di lapangan diwajibkan menggunakan masker sebagai alat pelindung diri utama.

Maruli memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mendekati titik kebakaran. Selain risiko panas dan asap, aktivitas pemadaman di lapangan bisa membahayakan warga sipil yang nekat melintas di area tersebut.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup KLH, Rasio Ridho Sani, mengungkapkan hasil pemantauan yang mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di sekitar TPA menyentuh angka 1.000 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut jauh melampaui baku mutu harian nasional yang hanya sebesar 55 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, tingkat polusi PM10 tercatat mencapai 750, padahal ambang batas idealnya berada di angka 75.

Selain partikulat, deteksi udara juga menunjukkan tingginya kandungan nitrogen oksida dan sulfur oksida. Kandungan berbahaya ini muncul akibat pembakaran material plastik yang tertimbun di dalam TPA.

Rasio menekankan bahwa paparan zat-zat tersebut sangat berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru dan pernapasan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat yang masih berada di radius terdampak untuk disiplin menggunakan masker dengan standar yang memadai.

Hingga Kamis, 2 Juli 2026, upaya pemadaman total masih terus diintensifkan oleh tim gabungan. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah menekan angka polusi udara sekaligus memastikan warga pengungsi mendapatkan hunian yang layak dan aman.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All