Said Iqbal: Mundurnya Ferri Nurzali Tak Goyahkan Soliditas Partai Buruh Jelang Verifikasi KPU

Darus H

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa pengunduran diri Ferri Nurzali dari struktural kepengurusan tidak akan menimbulkan dampak signifikan terhadap program partai maupun persiapan menghadapi tahapan verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang. Iqbal menekankan bahwa fenomena keluar-masuknya figur dalam sebuah partai politik adalah hal yang lumrah dan bukan kejadian pertama bagi Partai Buruh.

Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, menyatakan keyakinannya bahwa soliditas Partai Buruh tetap terjaga. Hal ini dibuktikan dengan agenda pelantikan pengurus di tingkat pusat dan daerah yang akan diselenggarakan pada Senin, 29 Juni 2026. Acara pelantikan ini, menurutnya, akan menjadi momentum konsolidasi internal yang menguatkan struktur partai.

Pelantikan pengurus partai direncanakan akan melibatkan 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dengan rampungnya pembentukan dan pelantikan kepengurusan hingga tingkat daerah, Partai Buruh dipastikan telah memenuhi salah satu syarat krusial untuk mengikuti tahapan kepemiluan mendatang. Persiapan ini vital mengingat tantangan verifikasi faktual yang ketat dari penyelenggara pemilu.

Tahapan krusial selanjutnya yang dimaksud adalah verifikasi faktual, yang diagendakan oleh KPU pada tahun 2027. Dalam proses ini, KPU akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap keberadaan kantor dan kelengkapan pengurus partai politik di berbagai daerah. Hanya partai politik yang dinyatakan lulus verifikasi faktual dan administrasi yang akan ditetapkan sebagai peserta sah dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Sebelumnya, Ferri Nurzali, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh, menyampaikan pengunduran dirinya dalam sebuah konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta, pada Jumat, 26 Juni. Ferri menjelaskan bahwa keputusan mundur ini diambil setelah melalui pertimbangan dan evaluasi yang mendalam. Ia mengklaim adanya perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar antara organisasi yang diwakilinya dengan kebijakan partai.

Dalam kesempatan yang sama, Ferri Nurzali juga mengklaim bahwa sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menyatakan ikut mengundurkan diri. ORI sendiri merupakan organisasi sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), salah satu dari sebelas organisasi inisiator yang membentuk kembali Partai Buruh. Klaim ini tentu menarik perhatian, mengingat besarnya jumlah anggota yang disebutkan.

Menanggapi klaim Ferri Nurzali terkait pengunduran diri 1,3 juta anggota tersebut, Said Iqbal memilih untuk tidak memberikan komentar. "Soal klaim sahabat saya, saya tidak ada komentar, apalagi tentang 1,3 juta orang tersebut," ujar Iqbal, menegaskan fokusnya pada penguatan internal partai. Pernyataan ini menunjukkan strategi Partai Buruh untuk tetap berpegang pada agenda internal dan tidak terjebak dalam polemik eksternal.

Partai Buruh sendiri merupakan entitas politik yang kembali bangkit dengan basis massa yang kuat dari serikat pekerja dan organisasi rakyat. Didirikan kembali pada tahun 2021, partai ini mengusung platform perjuangan yang berpihak pada buruh, petani, nelayan, kaum miskin kota, dan kelompok rentan lainnya. Inisiatornya terdiri dari berbagai federasi serikat pekerja besar seperti KSPSI, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), serta organisasi petani dan nelayan.

Perjalanan partai baru atau partai yang bangkit kembali seperti Partai Buruh memang kerap diwarnai dinamika internal dan tantangan eksternal. Konsolidasi organisasi, pembangunan infrastruktur partai di daerah, serta menjaga soliditas internal menjadi kunci utama untuk dapat bersaing di kancah politik nasional. Proses verifikasi KPU yang ketat menjadi penentu apakah perjuangan ideologi mereka dapat diterjemahkan dalam bentuk representasi di parlemen.

Dengan fokus pada pelantikan pengurus dan persiapan verifikasi faktual, Partai Buruh di bawah kepemimpinan Said Iqbal menunjukkan komitmennya untuk tetap tegak dan melanjutkan perjuangan politiknya. Pengunduran diri Ferri Nurzali, meski sempat menimbulkan spekulasi, dipandang sebagai bagian dari dinamika internal yang tidak akan menghambat langkah partai menuju Pemilu 2029. Partai Buruh terus berupaya membangun kekuatan dan kepercayaan publik agar dapat lolos sebagai peserta pemilu dan menyuarakan aspirasi rakyat pekerja.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All