Sunday, 16 August 2026
BREAKING
BERITA

Kolombia Ajukan Permohonan Penangguhan Tarif Impor ke AS Pasca-Gempa 7,4 SR

Oleh Emanuel August 16, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, secara resmi melayangkan permohonan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menangguhkan sementara penerapan tarif impor yang tinggi terhadap produk-produk asal Kolombia. Permintaan ini diajukan sebagai respons atas terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut.

Dalam surat tertulis yang dikirimkan kepada Gedung Putih, Presiden de la Espriella menggarisbawahi bahwa bencana alam yang baru saja terjadi telah menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian Kolombia. Ia menekankan bahwa penangguhan tarif impor akan memberikan ruang bernapas bagi para pelaku usaha dan pemerintah Kolombia untuk fokus pada upaya pemulihan pasca-gempa.

“Kami memahami pentingnya hubungan perdagangan bilateral antara kedua negara. Namun, dalam situasi darurat seperti ini, kami memohon pengertian dan dukungan dari Amerika Serikat,” ujar Presiden de la Espriella dalam suratnya. Ia menambahkan bahwa pengenaan tarif yang lebih tinggi akan semakin memberatkan kondisi ekonomi yang tengah berjuang untuk pulih dari kerusakan akibat gempa.

Presiden Kolombia juga menyertakan data awal mengenai kerugian yang ditimbulkan oleh gempa, meskipun angka pastinya masih dalam proses pendataan. Ia berharap Presiden Trump dapat mempertimbangkan permohonan ini dengan bijaksana, mengingat dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkan oleh gempa tersebut.

Permohonan ini diajukan pada tanggal yang bersamaan dengan peringatan gempa terkuat yang pernah tercatat di Kolombia, yang terjadi pada tahun 1979. Meskipun gempa terbaru memiliki magnitudo yang lebih kecil, lokasinya yang berdekatan dengan pusat-pusat populasi utama menimbulkan kekhawatiran akan skala kerusakan dan kebutuhan pemulihan yang besar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih mengenai permohonan Presiden Kolombia tersebut. Namun, diharapkan keputusan akan segera diambil mengingat urgensi situasi yang dihadapi oleh negara Amerika Selatan itu.

Bagikan: Facebook X WhatsApp