Thursday, 3 September 2026
BREAKING
DUNIA

Serangan Udara AS Tewaskan Lima Warga Sipil di Sirik, Iran

Oleh Heni Maulidya September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Lima warga sipil tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di wilayah Kuhestak, Sirik, Iran, pada Rabu, 2 September. Insiden ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Serangan tersebut, yang dilaporkan terjadi pada Rabu, 2 September, menyasar wilayah Kuhestak yang berada di Sirik. Detail mengenai sasaran spesifik serangan belum sepenuhnya terungkap, namun dampaknya langsung terasa pada komunitas lokal.

Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan tegas terkait peristiwa ini. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyatakan, “Kami mengutuk keras tindakan barbar ini.” Ia menambahkan, “Tindakan ini melanggar hukum internasional dan kedaulatan Iran.” Khatibzadeh juga menegaskan bahwa Iran akan mengambil langkah balasan yang sesuai.

Lebih lanjut, Khatibzadeh merinci bahwa korban tewas merupakan warga sipil yang tidak bersalah. “Lima orang warga sipil yang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa laporan awal menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada beberapa bangunan tempat tinggal warga di area terdampak.

Pihak Amerika Serikat, melalui Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), mengonfirmasi serangan tersebut. Juru Bicara CENTCOM, Kapten Bill Urban, dalam sebuah pernyataan tertulis, menjelaskan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok milisi yang didukung Iran. “Serangan ini adalah tindakan pertahanan diri yang proporsional,” ujar Urban. Ia menambahkan, “Kami bertindak untuk mencegah atau menolak serangan proksi Iran terhadap pasukan kami dan pasukan koalisi di kawasan itu.”

Kapten Urban juga menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur yang digunakan oleh kelompok milisi tersebut. “Tujuan serangan adalah untuk menghancurkan infrastruktur yang digunakan oleh milisi ini untuk melancarkan serangan,” jelasnya. Ia menekankan komitmen AS untuk melindungi pasukannya di Timur Tengah.

Insiden ini kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut. Komunitas internasional dilaporkan memantau situasi dengan seksama dan menyerukan pengekangan diri dari semua pihak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp