Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak akan terlambat membayar utang pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dengan cadangan kas mencapai Rp500 triliun, Purbaya meyakinkan bahwa kewajiban pembayaran ini akan dipenuhi tepat waktu, sehingga tidak akan ada isu gagal bayar.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya menyikapi berbagai spekulasi mengenai kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Ia menekankan bahwa posisi kas negara yang kuat menjadi bantalan utama untuk menjamin kelancaran pembayaran utang KDMP. “Kita punya uang kas Rp500 triliun. Jadi, nggak akan gagal bayar,” tegas Purbaya di Jakarta pada Selasa (23/1/2024).
Besaran utang KDMP yang dimaksud oleh Menteri Keuangan merujuk pada dana pembangunan yang telah dikucurkan sebelumnya. Purbaya merinci bahwa total utang pembangunan tersebut mencapai angka Rp500 triliun. Angka ini merupakan komitmen pembiayaan yang telah disepakati dan akan dicicil pembayarannya.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pembayaran utang KDMP ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Keberadaan dana kas yang melimpah memberikan kepastian bahwa setiap cicilan akan dibayarkan tanpa penundaan. “Saya jamin nggak akan telat bayar. Kita akan bayar,” ujarnya kembali untuk mempertegas.
Meskipun tidak merinci lebih lanjut mengenai mekanisme atau jangka waktu spesifik pembayaran utang, jaminan dari Menteri Keuangan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran publik dan para pihak yang berkepentingan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan negara serta memenuhi segala kewajiban yang telah disepakati, termasuk terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih.
