Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Zulkifli Hasan Ungkap Dana Rp893 Miliar dari Lembaga George Soros

Oleh Yohanes August 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membeberkan bahwa pemerintah Indonesia pernah menerima pendanaan sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp893 miliar dari sebuah lembaga donor internasional. Lembaga tersebut diketahui didirikan dan dikelola oleh miliarder kenamaan dunia, George Soros.

Ungkapan ini disampaikan oleh Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, saat memberikan keterangan di kantornya. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut disalurkan melalui lembaga donor utama yang terafiliasi dengan George Soros. Zulhas tidak merinci secara spesifik kapan dana tersebut diterima atau untuk program apa dana tersebut dialokasikan, namun pernyataannya ini membuka tabir mengenai potensi aliran dana asing yang pernah masuk ke Indonesia melalui jalur non-pemerintah.

Menurut Zulkifli Hasan, kedatangan perwakilan dari lembaga yang didanai George Soros tersebut bahkan sampai ke kantornya. “George Soros datang ke kantor saya taruh uang Rp893 miliar,” ujar Zulhas dalam sebuah kesempatan, merujuk pada jumlah dana yang diterima. Pernyataan ini mengindikasikan adanya interaksi langsung atau setidaknya penerimaan dana yang signifikan dari entitas yang terkait dengan George Soros.

Lebih lanjut, Zulhas menegaskan kembali nominal fantastis yang diterima pemerintah. Angka 50 juta dolar AS tersebut, jika dikonversikan dengan kurs saat ini, memang mencapai nilai yang sangat besar, yaitu Rp893 miliar. Hal ini tentu menjadi sorotan mengingat nama George Soros seringkali dikaitkan dengan berbagai isu global, termasuk pendanaan untuk kelompok masyarakat sipil dan agenda-agenda tertentu.

Meskipun demikian, Zulkifli Hasan tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai bentuk pendanaan, apakah berupa hibah, pinjaman, atau bentuk kerja sama lainnya. Pernyataan ini sendiri menjadi informasi baru yang menarik perhatian publik terhadap sumber-sumber pendanaan alternatif yang mungkin pernah dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia di masa lalu.

Bagikan: Facebook X WhatsApp