Friday, 11 September 2026
BREAKING
DUNIA

Yaman Memanas: Bentrokan Sengit Houthi dan Pasukan Koalisi di Al-Hazm

Oleh Heni Maulidya September 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pertempuran sengit kembali berkecamuk di Yaman, menempatkan negara itu di ambang eskalasi konflik yang lebih luas. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi terlibat bentrokan langsung dengan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran. Insiden terbaru terjadi pada hari Rabu, 9 September, di dekat kota Al-Hazm, ibu kota Provinsi Al Jawf.

Dalam baku tembak yang intens, tank-tank milik pasukan pemerintah Yaman terlihat bermanuver di garis depan pertempuran. Kehadiran kendaraan tempur berat ini mengindikasikan skala dan keseriusan bentrokan yang sedang berlangsung. Kedua belah pihak saling menuding sebagai pihak yang memulai serangan, memperdalam jurang ketegangan di wilayah yang sudah dilanda perang sipil berkepanjangan.

Konflik Yaman telah lama menjadi medan proxy antara Arab Saudi dan Iran, dengan masing-masing kekuatan besar mendukung faksi yang berlawanan. Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman termasuk ibu kota Sana’a, dianggap didukung oleh Iran. Sementara itu, koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi telah melakukan intervensi sejak Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Situasi di Al-Hazm menjadi sorotan karena menjadi salah satu titik panas terbaru dalam perang yang telah menghancurkan Yaman. PBB telah berulang kali menyerukan gencatan senjata dan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Namun, upaya-upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil yang signifikan, dengan kekerasan yang terus berlanjut di berbagai front.

Kutipan dari seorang saksi mata di lapangan menggambarkan suasana mencekam. “Suara tembakan tidak berhenti sejak pagi. Kami hanya bisa berlindung di rumah kami,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan kepanikan yang melanda penduduk sipil. Situasi ini menambah daftar panjang penderitaan rakyat Yaman yang telah lama mendambakan perdamaian.

Bagikan: Facebook X WhatsApp