Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan semakin memburuk, menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang paling rentan menyerang akibat paparan asap pekat ini. Penting bagi warga untuk mengenali gejala ISPA dan tanda-tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera demi mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara aktif memantau perkembangan situasi dan memberikan imbauan kesehatan. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala ISPA. “Masyarakat harus segera waspada terhadap gejala ISPA yang muncul akibat paparan kabut asap,” ujar dr. Syahril dalam keterangannya.
Gejala ISPA yang umum muncul akibat kabut asap antara lain batuk-batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Gejala ini sering kali dianggap ringan dan disepelekan, padahal jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia atau bronkitis. Anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak buruk ISPA.
Lebih lanjut, dr. Syahril mengingatkan adanya tanda-tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. “Jika ada napasnya sesak, ada dahaknya kental dan susah dikeluarkan, demam tinggi yang tidak kunjung turun, atau ada tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering dan mata cekung, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya. Tanda-tanda ini mengindikasikan bahwa kondisi ISPA telah berkembang menjadi lebih parah dan membutuhkan intervensi medis profesional.
Untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko ISPA, Kemenkes menyarankan beberapa langkah pencegahan. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang tepat, seperti masker N95, sangat direkomendasikan saat harus beraktivitas di luar. Selain itu, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum air putih yang cukup juga penting untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Pemerintah juga terus berupaya menangani sumber masalah, yaitu kebakaran hutan dan lahan, melalui berbagai upaya pemadaman dan pencegahan. Namun, kesadaran dan tindakan preventif dari masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh kabut asap.
