Menyimpan Air Susu Ibu (ASI) perah memerlukan perhatian khusus agar kualitasnya tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi bayi. Kesalahan dalam proses penyimpanan dapat mengurangi kandungan nutrisi bahkan berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi para ibu untuk memahami dan menghindari beberapa kesalahan umum yang kerap terjadi.
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah mencampur ASI perah dari waktu yang berbeda dalam satu wadah. Praktik ini sangat tidak disarankan karena dapat memengaruhi suhu dan kualitas ASI secara keseluruhan. ASI yang baru dipompa idealnya disimpan terpisah sebelum nantinya digabungkan dengan ASI yang sudah dingin, namun tetap dalam rentang waktu penyimpanan yang sesuai.
Penggunaan wadah yang tidak tepat juga menjadi biang keladi masalah. Wadah penyimpanan ASI perah haruslah steril dan dirancang khusus untuk menyimpan ASI. Menggunakan botol minum biasa atau wadah yang tidak higienis dapat memicu kontaminasi bakteri. Penting untuk diingat, ASI perah yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali. Hal ini dikarenakan proses pembekuan dan pencairan berulang dapat merusak antibodi dan nutrisi penting dalam ASI.
Kesalahan lain yang perlu diwaspadai adalah tidak mencantumkan tanggal dan waktu pemompaan pada wadah ASI. Tanpa informasi ini, akan sulit untuk menentukan ASI mana yang harus dikonsumsi lebih dulu berdasarkan prinsip First In, First Out (FIFO). Hal ini juga berpotensi menyebabkan ASI terbuang sia-sia karena melewati batas waktu penyimpanan yang aman.
Mengenai suhu penyimpanan, banyak ibu yang keliru dalam memperkirakan. ASI perah yang baru dipompa dapat disimpan di suhu ruangan selama maksimal 4 jam. Untuk penyimpanan di lemari es (chiller), ASI dapat bertahan hingga 4 hari, namun sebaiknya digunakan dalam 2-3 hari pertama untuk kualitas terbaik. Sementara itu, di dalam freezer, ASI perah bisa bertahan hingga 6 bulan, bahkan hingga 12 bulan jika disimpan di bagian freezer yang suhunya stabil.
Kesalahan dalam proses pendinginan juga kerap terjadi. ASI perah yang baru dipompa sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam bagian terdingin dari freezer. Biarkan ASI mendingin terlebih dahulu di suhu ruangan selama beberapa saat sebelum dimasukkan ke dalam lemari es atau freezer. Terakhir, hindari membuka pintu lemari es atau freezer terlalu sering saat ASI perah sedang disimpan. Fluktuasi suhu yang drastis dapat mempercepat penurunan kualitas ASI.
Dengan menghindari ketujuh kesalahan tersebut, para ibu dapat memastikan ASI perah yang disimpan tetap berkualitas, bernutrisi, dan aman bagi buah hati tercinta.
