Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kini tengah diselimuti kabut asap tebal yang tak kunjung hilang selama sepekan terakhir. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melanda wilayah tersebut. Paparan asap yang berkepanjangan ini telah menimbulkan keluhan kesehatan serius di kalangan warga, terutama gejala batuk parah.
Sebanyak 150 warga Palangka Raya dilaporkan mengalami batuk parah setelah terpapar asap karhutla selama tujuh hari. Data ini dihimpun oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah yang bertugas di posko kesehatan lapangan. Keluhan batuk ini menjadi indikator utama tingginya tingkat pencemaran udara akibat kebakaran.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, menyatakan keprihatinannya atas kondisi kesehatan warga. “Kita prihatin melihat kondisi warga yang batuknya semakin parah. Ini menunjukkan tingkat keparahan asap yang kita hadapi,” ujar Suyuti Syamsul pada Selasa (17/9/2019). Ia menambahkan bahwa tim medis terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik di tengah situasi darurat ini.
Selain batuk parah, tim medis juga mencatat adanya keluhan kesehatan lain yang dialami warga, seperti iritasi mata dan sesak napas. Gejala-gejala ini umum terjadi akibat paparan partikel halus dari asap kebakaran yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Upaya penanganan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Posko kesehatan lapangan telah didirikan di beberapa titik strategis untuk memudahkan akses warga dalam mendapatkan pertolongan medis. Tim medis juga secara aktif mendatangi permukiman warga yang terdampak langsung oleh kabut asap untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan situasi karhutla dan dampaknya. Upaya pemadaman api masih terus digencarkan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan. Namun, luasnya area kebakaran dan kondisi cuaca yang kering menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke posko kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
