Saturday, 8 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Wadah Makan Gratis MBG Wajib Pasang Label Batas Waktu Konsumsi 4 Jam

Oleh Yohanes August 8, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai sekarang, setiap wadah makanan atau ompreng yang didistribusikan dalam program ini wajib dilengkapi dengan label yang mencantumkan batas waktu maksimal konsumsi. Pemberlakuan aturan baru ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Instruksi ini dikeluarkan pada tanggal 13 Mei 2024, yang menekankan pentingnya menjaga kesegaran dan nutrisi dalam setiap sajian MBG. Label batas waktu konsumsi yang ditetapkan adalah maksimal 4 jam sejak makanan disiapkan atau diterima. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengonsumsi makanan dalam kondisi terbaiknya, mencegah potensi penurunan kualitas gizi, serta menghindari risiko kesehatan akibat konsumsi makanan yang sudah terlalu lama.

Menurut Kepala BGN, Prof. Dr. Ir. Ahmad Subagyo, M.Sc., kebijakan ini merupakan langkah proaktif dalam meningkatkan standar program MBG. “Kami ingin memastikan bahwa setiap sajian yang diberikan benar-benar bergizi dan aman untuk dikonsumsi. Batas waktu 4 jam ini adalah standar yang kami tetapkan untuk menjaga kualitas makanan tetap optimal,” ujar Prof. Subagyo dalam keterangan resminya.

Pengelola dapur MBG di seluruh wilayah diminta segera mengimplementasikan aturan ini. Mereka bertanggung jawab untuk mencetak dan menempelkan label tersebut pada setiap ompreng sebelum didistribusikan. Selain itu, edukasi kepada penerima manfaat juga akan digencarkan agar mereka memahami pentingnya mematuhi batas waktu konsumsi yang tertera.

Lebih lanjut, BGN akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kebijakan ini. Tujuannya adalah untuk memastikan efektivitasnya dalam menjaga kualitas makanan dan kepuasan penerima manfaat program MBG. Kolaborasi antara BGN, pengelola dapur, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang lebih sehat dan terjamin.

Bagikan: Facebook X WhatsApp