Sebanyak 950 dapur yang beroperasi di bawah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terancam menghadapi penutupan permanen. Indikasi ketidaksesuaian standar sanitasi dan higiene menjadi alasan utama di balik ancaman serius ini, sebagaimana diungkapkan oleh BGN.
Menyikapi situasi genting ini, Kepala Staf Program Pangan Gizi (SPPG) telah dicopot dari jabatannya. Pemberhentian ini merupakan buntut dari gagalnya pengawasan terhadap operasional dapur-dapur MBG yang berujung pada temuan pelanggaran standar kebersihan dan kesehatan.
BGN, lembaga yang bertanggung jawab atas program ini, menegaskan bahwa temuan ini didasarkan pada audit mendalam yang dilakukan di berbagai daerah. “Kami menemukan sejumlah masalah serius terkait sanitasi dan higiene di 950 dapur MBG. Ini tentu saja tidak bisa dibiarkan demi menjaga kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada masyarakat,” ujar seorang juru bicara BGN yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, juru bicara tersebut menjelaskan bahwa standar sanitasi dan higiene yang ketat merupakan prasyarat mutlak dalam penyelenggaraan Program MBG. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap makanan yang diproduksi aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerima manfaat program.
Pencopotan Kepala SPPG menjadi sinyal kuat bahwa BGN tidak akan mentolerir kelalaian dalam pelaksanaan program. Perombakan kepemimpinan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. BGN berkomitmen untuk memastikan bahwa Program MBG dapat berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu menyediakan makanan bergizi gratis yang aman dan berkualitas.
Saat ini, BGN tengah mengkaji langkah-langkah perbaikan yang perlu segera diambil untuk mengatasi masalah sanitasi di 950 dapur tersebut. Upaya perbaikan intensif akan dilakukan untuk memastikan dapur-dapur yang memenuhi standar dapat kembali beroperasi, sementara yang tidak kunjung membaik akan menghadapi konsekuensi penutupan permanen.
