Monday, 31 August 2026
BREAKING
DUNIA

Venezuela Klaim Kesepakatan Energi dengan AS Berdurasi 25 Tahun, Targetkan 1,5 Juta Barel Minyak

Oleh Heni Maulidya August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pemerintah interim Venezuela mengklaim telah mencapai kesepakatan energi dengan Amerika Serikat yang diperkirakan akan berlaku selama 25 tahun. Kesepakatan ini, menurut Presiden interim Delcy Rodriguez, memproyeksikan peningkatan produksi minyak negara tersebut hingga mencapai 1,5 juta barel per hari.

Rodriguez menyampaikan klaim tersebut pada hari Rabu, menggarisbawahi potensi jangka panjang dari kerjasama energi yang baru terjalin. Rincian lebih lanjut mengenai syarat-syarat spesifik kesepakatan, termasuk pihak-pihak yang terlibat dari kedua negara, belum diungkapkan secara rinci kepada publik.

Target produksi 1,5 juta barel per hari menandai ambisi besar Venezuela untuk mengembalikan kejayaan sektor minyaknya, yang pernah menjadi tulang punggung perekonomian negara tersebut. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari produksi saat ini.

Sebelumnya, beberapa perusahaan energi Amerika Serikat telah mendapatkan izin dari Departemen Keuangan AS untuk melanjutkan operasi di Venezuela. Izin ini merupakan bagian dari pelonggaran sanksi yang bertujuan untuk memfasilitasi negosiasi antara pemerintah Venezuela dan oposisi mengenai pemilihan presiden mendatang.

Pada bulan Oktober 2023, AS memberikan lisensi umum yang memungkinkan perusahaan energi seperti Chevron untuk melanjutkan produksi minyak di Venezuela. Keputusan ini merupakan respons terhadap kemajuan yang dilaporkan dalam pembicaraan antara pemerintah Presiden Nicolas Maduro dan koalisi oposisi yang dipimpin oleh Edmundo Gonzalez Urrutia, terkait syarat-syarat pemilu 2024.

Meskipun demikian, kelanjutan dari kesepakatan energi ini sangat bergantung pada keberhasilan Venezuela dalam memenuhi komitmennya, termasuk reformasi peradilan dan jaminan pemilihan yang bebas dan adil. Kegagalan dalam memenuhi persyaratan tersebut dapat memicu pencabutan kembali lisensi dan sanksi yang ada.

Pemerintah AS menekankan bahwa pelonggaran sanksi bersifat kondisional dan dapat dicabut jika Venezuela tidak memenuhi kewajibannya. Pernyataan ini menggarisbawahi sifat dinamis dari hubungan energi antara kedua negara dan pentingnya kepatuhan terhadap kesepakatan yang telah dicapai.

Bagikan: Facebook X WhatsApp