Rasa nyeri tajam di perut kanan bawah adalah gejala paling umum dari radang usus buntu. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membuat penderitanya kesulitan bergerak.
Usus buntu, atau apendisitis, merupakan peradangan yang terjadi pada apendiks, sebuah kantung kecil yang menempel pada usus besar. Peradangan ini dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat, biasanya dimulai di sekitar pusar sebelum berpindah ke perut kanan bawah.
Menurut dr. Rina Amelia, Sp.PD, KGEH, FINASIM, spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero-hepatologi, gejala lain yang menyertai usus buntu meliputi mual, muntah, demam ringan, kehilangan nafsu makan, dan perut terasa kembung. Beberapa pasien juga mengalami kesulitan buang air besar atau diare.
“Nyeri ini biasanya semakin parah dalam beberapa jam hingga hari, dan bisa memburuk saat batuk, berjalan, atau bergerak,” jelas dr. Rina dalam kanal YouTube Dokter Saddam Ismail yang tayang pada 12 September 2023.
Penyebab pasti radang usus buntu belum sepenuhnya dipahami, namun diduga terkait dengan penyumbatan pada lubang apendiks. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh tinja yang mengeras, pembesaran kelenjar getah bening di dinding usus, infeksi, atau bahkan tumor.
Ketika apendiks tersumbat, bakteri yang ada di dalamnya dapat berkembang biak dengan cepat, menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti pecahnya usus buntu. Pecahnya apendiks dapat menyebarkan infeksi ke seluruh rongga perut, yang dikenal sebagai peritonitis, suatu kondisi yang mengancam jiwa.
Penanganan utama untuk usus buntu adalah melalui operasi pengangkatan apendiks, yang disebut apendektomi. Prosedur ini dapat dilakukan secara terbuka atau laparoskopi. “Dalam beberapa kasus, antibiotik dapat diberikan sebelum operasi untuk mengendalikan infeksi,” tambah dr. Rina.
Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang dicurigai sebagai usus buntu. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi dan memastikan pemulihan yang optimal.
