Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Undang-Undang Cures: Potensi Kendala Penyampaian Hasil Tes Kanker Pasien

Oleh Rini Widiyarti July 22, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Peraturan baru yang diberlakukan oleh 21st Century Cures Act berpotensi mempersulit cara penyampaian hasil tes kanker kepada pasien. Sejak 2021, ketentuan information-blocking dalam undang-undang ini mewajibkan rumah sakit dan institusi medis untuk segera merilis hampir semua hasil tes pasien.

David E. Gerber, MD, seorang onkolog medis dan profesor di Simmons Comprehensive Cancer Center di UT Southwestern Medical Center, mengungkapkan bahwa kebijakan ini menimbulkan berbagai tantangan. Ia telah mendengar banyak cerita tentang pasien yang menerima hasil tes penting dalam situasi yang sangat tidak ideal. “Bagaimana jika Anda mengetahui hasil tes kanker saat menghadiri pernikahan? Atau sebelum wawancara kerja? Atau saat membacakan cerita pengantar tidur untuk anak Anda?,” ia mengemukakan.

Situasi yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika pasien menerima hasil tes saat sendirian di rumah tanpa pemahaman yang memadai mengenai arti dari hasil tersebut. “Bagaimana jika Anda berada di rumah dan sendirian tanpa gambaran sedikit pun tentang apa arti hasil tes tersebut?,” tanyanya, menekankan potensi kebingungan dan kecemasan yang bisa timbul.

Gerber menjelaskan bahwa meskipun tujuannya adalah transparansi dan pemberdayaan pasien, implementasi undang-undang ini belum sepenuhnya memperhitungkan kebutuhan pasien akan dukungan emosional dan penjelasan medis yang komprehensif. “Meskipun undang-undang Cures bertujuan untuk memberikan pasien akses cepat ke informasi kesehatan mereka, penting untuk diingat bahwa hasil tes kanker bisa sangat menakutkan dan kompleks,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seringkali pasien membutuhkan bantuan untuk menafsirkan hasil tersebut dan mendiskusikan langkah selanjutnya. “Banyak pasien membutuhkan dukungan emosional dan penjelasan yang jelas dari profesional medis untuk memahami apa artinya hasil tersebut dan apa langkah selanjutnya dalam perawatan mereka,” kata Gerber.

Oleh karena itu, Gerber menyarankan agar ada pendekatan yang lebih berimbang dalam penyampaian hasil tes, yang tetap mengedepankan akses pasien namun juga memastikan mereka menerima dukungan yang diperlukan. “Penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk menemukan keseimbangan antara memberikan akses informasi dan memastikan pasien menerima dukungan yang mereka butuhkan saat menerima hasil tes yang berpotensi mengancam jiwa,” tutupnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp