Friday, 28 August 2026
BREAKING
POLITIK

Udara Palangka Raya Memburuk, PM2.5 Lampaui Batas Berbahaya Akibat Karhutla

Oleh Danu Ilham August 28, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dilaporkan mencapai tingkat berbahaya pada hari ini. Konsentrasi Particulate Matter 2.5 (PM2.5) tercatat mencapai angka mengkhawatirkan, yakni 494.9 µg/m3. Kondisi ini memaksa pemerintah setempat untuk menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa.

Penyebab utama dari memburuknya kualitas udara ini adalah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus terjadi di wilayah tersebut. Asap pekat dari kebakaran telah menyelimuti kota, menurunkan jarak pandang dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui Dinas Pendidikan, memutuskan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah. Keputusan ini diambil demi melindungi kesehatan anak-anak didik dari paparan asap yang berbahaya. PJJ diharapkan dapat meminimalkan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kabut asap.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tingkat PM2.5 yang terukur di Palangka Raya jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan. Angka 494.9 µg/m3 ini menunjukkan bahwa udara di kota tersebut sangat tidak sehat dan berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan serius jika terus terpapar dalam jangka waktu lama.

Meskipun detail mengenai kapan kebijakan PJJ ini akan berakhir belum diumumkan secara pasti, pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi karhutla dan kualitas udara. Masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan, menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar, serta mengurangi kegiatan di luar rumah hingga kondisi udara kembali membaik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp