Friday, 24 July 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Ungkap Syarat Baru untuk Program Nuklir Saudi

Oleh Heni Maulidya July 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengubah sikapnya terkait kesepakatan Washington dengan Arab Saudi mengenai program nuklir negara Teluk itu. Perubahan ini terjadi menyusul perdebatan yang berkembang mengenai pengayaan uranium di Saudi.

Trump, yang sebelumnya mendukung kemitraan nuklir sipil dengan Arab Saudi, kini menyatakan syarat baru. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memiliki kemampuan untuk menghentikan pengayaan uranium di Arab Saudi jika diperlukan. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara pada hari Selasa, 16 April 2024.

Menurut laporan, Trump mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengenai isu ini. “Saya mengatakan kepadanya, ‘Jika Anda ingin membangun ini, Anda harus mengizinkan kami untuk menghentikannya jika Anda menginginkan senjata nuklir’,” ujar Trump merujuk pada pembicaraannya dengan Pangeran Mohammed bin Salman.

Trump juga menekankan bahwa ia ingin memastikan Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas situasi tersebut. “Kami harus memiliki kemampuan untuk menghentikannya. Dan kami akan menghentikannya jika mereka menginginkan senjata nuklir,” tegasnya.

Perubahan pandangan Trump ini muncul di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat dari berbagai pihak mengenai potensi Arab Saudi mengembangkan senjata nuklir. Kesepakatan nuklir sipil antara AS dan Arab Saudi memang telah menjadi sorotan, terutama terkait klausul yang memungkinkan Arab Saudi melakukan pengayaan uranium di dalam negeri. Pengayaan uranium adalah salah satu tahapan krusial dalam pembuatan bahan bakar reaktor nuklir, namun juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan senjata nuklir.

Sebelumnya, pemerintahan Trump telah memberikan persetujuan awal untuk program nuklir sipil Arab Saudi, yang melibatkan perusahaan energi asal AS. Namun, kekhawatiran mengenai proliferasi nuklir terus membayangi kesepakatan tersebut. Trump kini tampaknya ingin memperkuat jaminan keamanan dan kontrol AS dalam perjanjian tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp