Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan pernah meluapkan kekesalannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan sampai melabeli Netanyahu sebagai “penipu”. Pernyataan mengejutkan ini terungkap dari kesaksian mantan ajudan Trump, yang menyoroti adanya ketegangan di balik citra hubungan dekat kedua pemimpin tersebut.
Menurut John Kelly, mantan Kepala Staf Gedung Putih, Trump merasa diperdaya oleh Netanyahu terkait janji-janji yang tidak ditepati. Kelly mengungkapkan bahwa Trump pernah mengatakan, “Dia (Netanyahu) bukan teman saya. Dia bukan teman baik saya. Dia bukan orang baik. Dia penipu.” Ungkapan tersebut dilontarkan Trump setelah merasa kecewa atas tindakan Netanyahu.
Kekesalan Trump ini muncul pasca-pemilihan umum Israel pada bulan April 2019. Saat itu, Netanyahu gagal membentuk pemerintahan koalisi, meskipun telah berulang kali menyatakan kemenangan. Trump merasa Netanyahu telah berbohong kepadanya mengenai kemampuannya untuk memenangkan pemilihan tersebut.
Trump merasa dijanjikan oleh Netanyahu bahwa ia akan memenangkan pemilihan tersebut, dan Trump pun telah melakukan berbagai upaya untuk mendukungnya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Hal ini membuat Trump merasa dikhianati dan marah.
Kelly menambahkan bahwa Trump juga kesal lantaran Netanyahu tidak bisa membentuk pemerintahan koalisi setelah pemilihan tersebut. Trump merasa bahwa Netanyahu telah memberinya informasi yang salah mengenai situasi politik di Israel.
Meskipun demikian, Trump dan Netanyahu dikenal memiliki hubungan yang cukup dekat dan seringkali saling mendukung di muka publik. Trump telah mengambil sejumlah kebijakan yang menguntungkan Israel, seperti memindahkan kedutaan besar AS ke Yerusalem dan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Namun, di balik layar, ternyata hubungan keduanya tidak selalu mulus dan pernah diwarnai ketegangan.
