Sunday, 6 September 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran, Fasilitas Nuklir Diduga Jadi Sasaran

Oleh Heni Maulidya September 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman militer terhadap Iran, kali ini menargetkan sebuah fasilitas bernama Gunung Pickaxe. Lokasi ini diyakini memiliki kaitan erat dengan program nuklir Iran dan terletak di bawah tanah, berdekatan dengan salah satu situs nuklir utama negara tersebut, yaitu Natanz. Ancaman ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara.

Trump menyampaikan ancamannya melalui akun Twitter pribadinya pada hari Minggu lalu, menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki informasi intelijen yang mengindikasikan adanya aktivitas mencurigakan di Gunung Pickaxe. “Kami memiliki informasi intelijen bahwa Iran sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan,” cuit Trump. Ia juga menambahkan bahwa AS akan menyerang fasilitas tersebut jika Iran melakukan tindakan balasan atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Iran, yang tewas dalam serangan drone AS di Baghdad pada awal Januari 2020.

Lebih lanjut, Trump secara spesifik menyebutkan Gunung Pickaxe sebagai target potensial. “Saya dapat memberitahukan kepada Anda, saya mendengar ada pembicaraan tentang fasilitas nuklir yang disebut Gunung Pickaxe,” kata Trump saat diwawancarai di Mar-a-Lago, Florida. Ia menambahkan, “Itu adalah situs yang sangat berbahaya.” Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran AS mengenai kemungkinan Iran menggunakan kembali atau mengembangkan lebih lanjut program nuklirnya.

Ancaman serangan terhadap Gunung Pickaxe ini disambut dengan kecaman dari Iran. Kementerian Luar Negeri Iran, melalui juru bicaranya Abbas Mousavi, mengecam keras pernyataan Trump. “Setiap tindakan militer terhadap Iran akan disambut dengan tanggapan yang tegas dan keras,” ujar Mousavi. Ia juga menekankan bahwa Iran memiliki hak untuk membela diri dan akan merespons setiap agresi dengan proporsional. Pernyataan Iran ini menegaskan kembali sikap negara tersebut dalam menghadapi tekanan internasional dan ancaman militer.

Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat drastis sejak Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2018 dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang ketat. Pembunuhan Jenderal Soleimani semakin memperburuk situasi, memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ancaman terhadap Gunung Pickaxe ini menambah daftar panjang pernyataan keras dari kedua belah pihak, mengindikasikan bahwa jalan menuju de-eskalasi masih sangat jauh.

Bagikan: Facebook X WhatsApp