JEMBER – Nasib nahas menimpa seorang lansia di Jember, Jawa Timur. Slamet Timbang, 65 tahun, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan kanopi apotek yang ambruk di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jayanegara, Kecamatan Kaliwates, pada Minggu (21/5/2023) siang.
Peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh getaran hebat dari acara karnaval “sound horeg” yang berlangsung di dekat lokasi kejadian. Suara dentuman musik yang menggelegar dan getaran yang ditimbulkan diduga menjadi pemicu ambruknya konstruksi apotek tersebut.
Menurut keterangan saksi mata yang dihimpun, kejadian bermula saat korban sedang berjalan di sekitar lokasi. Tiba-tiba, tanpa peringatan, kanopi apotek tersebut jebol dan menimpa Slamet Timbang. Warga yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan, namun korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Petugas kepolisian dari Polres Jember segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kuat dugaan bahwa getaran dari acara sound system yang sangat keras menjadi faktor utama keruntuhan bangunan. “Ada indikasi kuat getaran sound system yang sangat keras itu menjadi penyebabnya,” ujar salah seorang petugas di lokasi.
Kapolres Jember, AKBP J. H. Nugroho, melalui Kasi Humas Polres Jember, IPTU Lilik Pangestu, membenarkan adanya peristiwa tersebut. IPTU Lilik menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ambruknya kanopi apotek. “Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ambruknya kanopi apotek tersebut,” kata IPTU Lilik.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya penyelenggara acara, untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan. Penggunaan sound system dengan volume yang berlebihan dan berpotensi menimbulkan getaran kuat sebaiknya dihindari, terutama di area permukiman yang berdekatan dengan bangunan publik.
Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soebandi Jember untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk saksi mata, pemilik apotek, dan penyelenggara acara karnaval sound horeg, guna melengkapi berkas penyelidikan.
