Tragedi di Surabaya: Balita 4 Tahun Tak Selamat dari Kobaran Api di Rumah Dua Lantai

Wibowo

Surabaya – Kabut duka menyelimuti kawasan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (22/6) siang. Sebuah rumah dua lantai dilalap si jago merah, merenggut nyawa seorang balita perempuan berusia empat tahun yang terjebak di tengah kobaran api.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima pihaknya pada pukul 14.17 WIB. Respons cepat ditunjukkan oleh petugas DPKP yang tiba di lokasi kejadian hanya lima menit kemudian, pukul 14.22 WIB.

Saat petugas pemadam tiba, api telah berkobar hebat dan melahap bagian lantai dua rumah tersebut. Rumah yang menjadi saksi bisu tragedi ini diketahui dihuni oleh dua anak, masing-masing berinisial AAS (11 tahun) dan KKS (4 tahun), bersama ayah dan nenek mereka. Namun, pada saat kejadian berlangsung, hanya kedua anak itulah yang berada di dalam rumah.

Keduanya dilaporkan berada di lantai dua saat api mulai membesar. Sang kakak, AAS, menunjukkan keberanian luar biasa demi menyelamatkan diri. Ia berhasil memecahkan kaca jendela dan melompat keluar dari rumah yang terbakar, sebuah tindakan nekat yang menyelamatkan nyawanya.

Namun, nasib berkata lain untuk adiknya, KKS. Bocah empat tahun tersebut tidak berhasil menemukan jalan keluar dan harus meregang nyawa akibat terjebak dalam kobaran api yang semakin membesar.

Aksi penyelamatan diri yang dilakukan AAS berujung pada luka lecet dan syok. Ia segera mendapatkan penanganan medis dari petugas Puskesmas Sawahan di lokasi kejadian hingga kondisinya dinyatakan stabil.

Upaya pemadaman api melibatkan 10 unit tempur dan 5 unit rescue dari DPKP Kota Surabaya. Namun, akses menuju titik api tidaklah mudah. Kendaraan pemadam terhambat oleh gang yang sempit dengan lebar hanya sekitar 1,5 meter. Petugas harus menempuh jarak kurang lebih 50 meter dari posisi kendaraan untuk menjangkau lokasi kebakaran.

Api berhasil dijinakkan oleh petugas pada pukul 14.35 WIB. Proses pembasahan dan pengamanan lokasi pun rampung pada pukul 16.15 WIB, menyisakan puing-puing dan duka mendalam.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Berbagai instansi terkait turut berkoordinasi dalam penanganan pasca-kejadian, termasuk DPKP Kota Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Kepolisian, Puskesmas Sawahan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Posko Terpadu Utara Kasuari.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran akan keselamatan di rumah, terutama bagi anak-anak yang rentan. Kebakaran rumah, sekecil apapun pemicunya, dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik materiil maupun imateriil, seperti yang terjadi di kawasan Petemon Timur ini. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dan memastikan sistem keamanan di rumah berfungsi dengan baik. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab kebakaran ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All