Munas-Konbes NU Memanas: Perdebatan Sengit Tentukan Lokasi Muktamar 2026

Wibowo

Surabaya – Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Senin (22/6) sempat diwarnai ketegangan antarpeserta. Perdebatan sengit terjadi dalam rapat pleno yang agendanya adalah menentukan lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 pada 2026.

Suasana forum yang seharusnya menjadi ajang diskusi damai tersebut berubah menjadi gaduh ketika muncul dugaan bahwa lokasi Muktamar telah diputuskan secara sepihak di Pondok Pesantren Lirboyo, tanpa melalui keputusan resmi forum. Hal ini sontak memicu reaksi keras dari sejumlah peserta yang merasa keberatan dengan proses tersebut.

Insiden ketegangan tersebut bahkan berujung pada aksi saling dorong antarpeserta. Situasi yang memanas ini memaksa petugas keamanan yang berjaga untuk turun tangan mengamankan beberapa pihak yang terlibat sebelum sidang pleno dapat dilanjutkan. Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final mengenai tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Muhammad Ali Kholil, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kalimantan Timur, yang turut hadir dalam forum tersebut, menganggap insiden tersebut murni karena kesalahpahaman. "Kesalahpahaman saja. Tentang tempat Muktamar yang kemudian segera diketok palu bahwa itu di Lirboyo. Padahal masih belum, karena ini nanti masih akan dibahas di internal PBNU," jelasnya usai sidang.

Ia menegaskan bahwa proses penentuan tuan rumah Muktamar masih terbuka dan belum final. Beberapa daerah telah mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah, termasuk Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat. PBNU hanya menetapkan satu syarat utama untuk lokasi terpilih, yaitu harus berada di lingkungan pondok pesantren yang memiliki santri aktif.

"Belum final. Karena banyak yang menginginkan tempat Muktamar ini di NTB, Jawa Barat, Jakarta, termasuk juga Sumatera Barat. Cuma arahannya tadi tempat ini harus ada di pondok pesantren yang punya santrinya," ujar Ali.

Menanggapi dinamika yang terjadi, Sekretaris Steering Committee Munas dan Konbes NU 2026, KH Muhammad Nuh, menyatakan bahwa PBNU akan segera membentuk tim khusus. Tim ini bertugas untuk melakukan peninjauan dan penilaian mendalam terhadap seluruh kandidat lokasi yang telah mengajukan diri.

KH Muhammad Nuh, yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menjelaskan bahwa penilaian akan mencakup empat aspek krusial. Aspek-aspek tersebut meliputi kelayakan sarana dan prasarana, jaminan keamanan, kesiapan pembiayaan, serta pertimbangan spiritual. Keempat elemen ini dianggap penting untuk memastikan penyelenggaraan Muktamar yang sukses dan sesuai dengan nilai-nilai NU.

"Tempatnya sudah ada beberapa usulan, mulai dari NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review terhadap tempat-tempat itu," terang KH Nuh. Ia menambahkan bahwa aspek spiritual merupakan pertimbangan yang tidak pernah absen dalam setiap keputusan strategis NU.

"NU selalu pada akhirnya menggunakan pertimbangan spiritual, termasuk ketika menetapkan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai lokasi penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026," tegasnya. Hal ini menunjukkan komitmen NU untuk selalu mengedepankan nilai-nilai luhur dalam setiap agenda organisasinya.

Muktamar NU ke-35 sendiri dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026. Pemilihan lokasi yang cermat dan melalui proses yang matang diharapkan dapat menjamin kelancaran dan kesuksesan acara akbar ini.

Proses pemilihan tuan rumah Muktamar NU selalu menjadi momen penting yang dinanti-nantikan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang penentuan kebijakan organisasi, tetapi juga refleksi atas perkembangan dan arah pergerakan NU di masa depan. Ketegangan yang sempat terjadi dalam rapat pleno kali ini, meskipun tidak diinginkan, justru menunjukkan betapa besarnya antusiasme dan perhatian para pengurus serta warga NU terhadap perhelatan akbar ini.

Penunjukan tim khusus untuk mengevaluasi kandidat lokasi Muktamar menunjukkan keseriusan PBNU dalam memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik bagi organisasi dan seluruh anggotanya. Pertimbangan aspek sarana, prasarana, keamanan, pembiayaan, dan spiritual akan menjadi landasan kuat dalam menentukan pilihan akhir.

Seluruh rangkaian Munas-Konbes NU ini merupakan bagian integral dari persiapan menuju Muktamar ke-35. Dengan rentang waktu yang masih tersedia, diharapkan proses diskusi dan pengambilan keputusan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bijaksana, mencerminkan semangat persatuan dan kebesaran Nahdlatul Ulama. Penetapan lokasi Muktamar yang akan datang diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berarti dan menjadi momentum penting bagi kemajuan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All