Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin bertekad untuk memperketat undang-undang kepemilikan senjata api menyusul insiden penembakan tragis yang merenggut nyawa delapan orang. Peristiwa nahas ini terjadi ketika seorang remaja berusia 14 tahun melepaskan tembakan di rumah dan sekolahnya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada hari Selasa, 3 Oktober 2023. Pelaku, seorang siswa berusia 14 tahun, dilaporkan pertama kali melakukan aksinya di kediamannya sebelum bergerak ke tempat ia menimba ilmu. Kepolisian Thailand masih terus mendalami motif di balik tindakan brutal tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis tak lama setelah kejadian, Perdana Menteri Srettha Thavisin menyatakan, “Saya telah menginstruksikan kementerian terkait untuk segera meninjau dan mengusulkan undang-undang yang lebih ketat terkait kepemilikan senjata api.” Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Insiden ini kembali membuka perdebatan publik mengenai akses terhadap senjata api di Thailand. Data menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan senjata api di negara tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Meskipun demikian, undang-undang yang berlaku saat ini dinilai masih memiliki celah yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan.
Kepolisian Thailand telah mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan adalah seorang siswa berusia 14 tahun yang bersekolah di salah satu sekolah di Bangkok. Hingga kini, pihak berwenang masih berupaya mengumpulkan keterangan dari saksi mata dan keluarga pelaku untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik aksi nekat tersebut. Investigasi mendalam tengah dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor lain yang turut memicu terjadinya insiden ini.
Perdana Menteri Srettha Thavisin juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. “Ini adalah momen yang sangat menyedihkan bagi seluruh bangsa Thailand. Kami berduka cita atas kehilangan nyawa yang tidak berdosa,” ujarnya. Ia berjanji akan menindaklanjuti usulan pengetatan undang-undang senjata api dengan serius dan memastikan prosesnya berjalan cepat.
