Thursday, 30 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Terapi Stimulasi Saraf Hipoglosal Tingkatkan Kualitas Tidur Penderita Sleep Apnea Berat

Oleh Rini Widiyarti July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa stimulasi saraf hipoglosal proksimal, yang diterapkan selama satu tahun, secara signifikan memperbaiki parameter tidur pada orang dewasa yang menderita sleep apnea obstruktif (OSA) sedang hingga berat. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal medis bergengsi, Annals of Internal Medicine.

Perangkat yang digunakan dalam studi ini adalah sistem aura6000 besutan LivaNova. Perangkat ini bekerja dengan memberikan stimulasi pada saraf hipoglosal, sebuah saraf penting yang berperan dalam mengontrol otot-otot saluran napas bagian atas. Dengan menstimulasi saraf ini, diharapkan otot-otot tersebut tetap kencang selama tidur, mencegah penyumbatan saluran napas yang menjadi ciri khas OSA.

Ahmet Tezel, PhD, Chief Innovation Officer LivaNova, dalam siaran pers perusahaan menyatakan, “Ini adalah data yang ketat untuk kategori ini, dengan evaluasi kualitas tertinggi terhadap keamanan dan efektivitas neurostimulasi pada OSA hingga saat ini.” Pernyataan ini menegaskan bahwa temuan studi ini didukung oleh metodologi yang kuat dan memberikan bukti ilmiah yang meyakinkan mengenai manfaat terapi ini.

Studi yang dilakukan ini merupakan penelitian multisenter, prospektif, dan label terbuka. Desain penelitian ini memungkinkan para peneliti untuk secara cermat mengamati dan mencatat perubahan parameter tidur pasien sebelum dan sesudah intervensi. Fokus utama dari evaluasi adalah pada penurunan indeks apnea-hipopnea (AHI), yang merupakan ukuran utama keparahan OSA. Penurunan AHI yang signifikan menandakan berkurangnya jumlah episode henti napas dan napas dangkal selama tidur, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas istirahat dan mengurangi risiko komplikasi terkait OSA.

Meskipun detail spesifik mengenai penurunan angka AHI dan parameter lain tidak dirinci dalam kutipan asli, publikasi di Annals of Internal Medicine mengindikasikan bahwa data yang disajikan sangat komprehensif dan memenuhi standar ilmiah yang tinggi. Temuan ini membuka harapan baru bagi pasien OSA yang tidak merespon baik terhadap terapi konvensional atau mencari alternatif pengobatan yang lebih efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp