Friday, 17 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Temuan Mengejutkan: Penyakit Kulit Langka Ternyata Berhubungan dengan Gangguan Jantung Otonom

Oleh Rini Widiyarti July 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah penelitian terbaru mengungkap kaitan tak terduga antara dermatomiositis, sebuah penyakit autoimun langka yang menyerang kulit dan otot, dengan sindrom takikardia ortostatik postural (POTS).

Temuan ini dipublikasikan dalam surat penelitian di jurnal medis terkemuka, JAMA. Para peneliti mengamati bahwa pasien dermatomiositis menunjukkan prevalensi POTS yang lebih tinggi.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka dibandingkan dengan pasien yang menderita kondisi autoimun lainnya.

“Kami telah melihat cukup banyak orang dengan asosiasi ini sehingga kami yakin ini layak dicatat,” ujar Dr. Victoria Werth, seorang profesor dermatologi di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania.

Pernyataan ini disampaikan Dr. Werth kepada Healio, sebuah platform berita medis.

POTS sendiri merupakan gangguan sistem saraf otonom.

Karakteristik utamanya adalah peningkatan detak jantung yang sangat cepat setelah seseorang berdiri.

Kenaikan denyut jantung ini bisa mencapai lebih dari 30 denyut per menit dalam waktu 10 menit setelah berdiri.

Selain itu, POTS seringkali disertai dengan gejala pusing, sakit kepala, dan bahkan pingsan.

Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, adanya hubungan ini membuka pintu bagi pemahaman yang lebih mendalam.

Para ahli kini berupaya mengungkap mekanisme biologis yang mendasari kedua kondisi ini.

Dermatomiositis sendiri dapat menimbulkan ruam kulit khas dan kelemahan otot progresif.

Gejala lain yang bisa muncul termasuk kesulitan menelan dan masalah pernapasan.

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran di kalangan tenaga medis.

Hal ini penting untuk deteksi dini dan penanganan yang lebih komprehensif bagi pasien dermatomiositis.

Dengan adanya temuan ini, pasien yang didiagnosis dengan dermatomiositis perlu diwaspadai terhadap kemungkinan komplikasi POTS.

Diagnosis dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.

Para peneliti berencana untuk melakukan studi lanjutan guna mengkonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi opsi terapi yang baru.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait