Saturday, 8 August 2026
BREAKING
DUNIA

AS Alokasikan Dana Rp 14 Triliun untuk Kolombia di Awal Pemerintahan Presiden Baru

Oleh Rini Widiyarti August 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Amerika Serikat secara resmi mengumumkan komitmen bantuan senilai 1 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 14 triliun, untuk Kolombia. Bantuan ini diberikan bertepatan dengan pelantikan presiden baru negara tersebut yang didukung oleh Donald Trump. Langkah ini menandai dukungan kuat AS terhadap pemerintahan Kolombia yang baru terbentuk.

Dalam pidato perdananya sebagai presiden, Abelardo de la Espriella menegaskan tekadnya untuk memerangi apa yang ia sebut sebagai “narco-terorisme”. Ia berjanji akan melancarkan “perang habis-habisan” terhadap kejahatan terorganisir yang berkaitan dengan narkoba, yang telah lama menjadi masalah serius di Kolombia. Pernyataan ini disambut baik oleh pihak AS, yang melihatnya sebagai sinyal positif untuk kerja sama keamanan.

Bantuan finansial dari Amerika Serikat ini diperkirakan akan difokuskan pada berbagai program, termasuk penguatan institusi penegak hukum, pemberantasan peredaran narkoba, serta upaya pemulihan dan pembangunan di wilayah-wilayah yang terdampak oleh konflik dan aktivitas ilegal. Kolombia, sebagai salah satu produsen kokain terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar dalam memberantas kartel narkoba dan kelompok bersenjata yang terkait.

Presiden de la Espriella, dalam pidatonya, juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman narco-terorisme. Ia berharap dukungan dari Amerika Serikat akan menjadi katalisator bagi upaya Kolombia untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan. Selain itu, ia juga menyoroti komitmen pemerintahannya untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tersalurkan secara efektif dan transparan.

Pemerintahan AS yang baru, melalui pernyataan resmi, menyatakan apresiasinya atas komitmen presiden Kolombia dalam memerangi narkoba dan kejahatan. Bantuan 1 miliar dolar AS ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Kolombia dalam upaya pemberantasan, sekaligus mendukung agenda pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif. Detail mengenai alokasi spesifik dana tersebut rencananya akan diumumkan dalam beberapa waktu mendatang setelah koordinasi lebih lanjut antara kedua negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp