Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Target Ekonomi 6% dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS Disepakati untuk 2027

Oleh Yohanes September 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mencapai kesepakatan mengenai target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ambisius sebesar 6% pada tahun 2027. Angka ini menjadi salah satu asumsi dasar makroekonomi yang penting dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Kesepakatan ini merupakan hasil dari pembahasan mendalam antara eksekutif dan legislatif terkait proyeksi ekonomi nasional. Selain target pertumbuhan, disepakati pula nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang diproyeksikan berada pada angka Rp17.500 per USD. Angka-angka ini akan menjadi landasan krusial dalam penyusunan kebijakan fiskal dan moneter di tahun-tahun mendatang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang hadir dalam pembahasan tersebut, menekankan pentingnya konsistensi kebijakan untuk mencapai target-target tersebut. “Kita perlu menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan mendorong investasi agar pertumbuhan ekonomi 6% bisa tercapai,” ujar Sri Mulyani. Ia menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah juga menjadi prioritas untuk menjaga daya saing produk domestik dan mengendalikan inflasi.

Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto, menyambut baik kesepakatan ini. Menurutnya, target yang ditetapkan mencerminkan optimisme terhadap potensi ekonomi Indonesia, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk merumuskan strategi yang tepat. “Target 6% ini bukan angka yang mudah, namun dengan sinergi antara pemerintah dan DPR, serta partisipasi aktif dari sektor swasta dan masyarakat, kami optimis bisa mencapainya,” kata Dito.

Lebih lanjut, Dito menjelaskan bahwa penetapan asumsi makroekonomi ini menjadi pijakan penting dalam menyusun RAPBN 2027. Angka pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar Rupiah akan memengaruhi berbagai pos anggaran, mulai dari pendapatan negara, belanja pemerintah, hingga pembiayaan utang. “Kami berharap dengan asumsi yang realistis namun tetap ambisius ini, RAPBN 2027 dapat disusun secara akuntabel dan efektif untuk mendorong kesejahteraan rakyat,” tutup Dito.

Bagikan: Facebook X WhatsApp