Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Stres Psikososial Tingkatkan Risiko Gagal Jantung pada Perempuan Kulit Hitam

Oleh Rini Widiyarti August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penelitian terbaru mengungkap adanya kaitan signifikan antara stres psikososial dengan peningkatan risiko gagal jantung pada perempuan kulit hitam. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan mental, termasuk diskriminasi yang dirasakan dan riwayat pelecehan seksual di masa remaja, berkontribusi pada kerentanan mereka terhadap kondisi jantung di masa depan.

Dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open, para peneliti mengidentifikasi bahwa berbagai bentuk diskriminasi, seperti yang dialami dalam pekerjaan, perumahan, atau interaksi dengan pihak kepolisian, terbukti secara substansial meningkatkan risiko pengembangan gagal jantung. Selain itu, riwayat pelecehan seksual yang sering terjadi di masa kanak-kanak juga menunjukkan korelasi yang sama.

Meskipun pengaruh indeks massa tubuh (BMI) secara parsial dapat mereduksi dampak stresor tersebut, asosiasi antara stres psikososial dan risiko gagal jantung tetap teramati kuat pada kelompok perempuan kulit hitam. Hal ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan faktor psikososial dalam pencegahan dan penanganan gagal jantung.

Temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya yang mengindikasikan adanya perbedaan risiko gagal jantung antara perempuan kulit hitam dan kulit putih yang tetap bertahan bahkan setelah faktor-faktor tertentu diperhitungkan. Para peneliti menekankan perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme di balik hubungan ini dan pengembangan strategi intervensi yang tepat sasaran.

Bagikan: Facebook X WhatsApp