Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, didorong untuk tidak lagi menjadikan absennya penyerang murni sebagai hambatan dalam persiapan Piala AFF 2026. Pandangan ini muncul menyusul potensi penerapan strategi permainan tanpa striker nomor sembilan.
Salah satu tokoh yang menyuarakan hal ini adalah pengamat sepak bola yang menilai bahwa Timnas Indonesia memiliki kesempatan untuk mengadopsi gaya permainan seperti Spanyol. “Timnas Indonesia bisa meniru gaya Spanyol jika bermain tanpa striker murni,” ujar seorang pengamat sepak bola, yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketiadaan pemain berposisi striker murni, yang seringkali menjadi tumpuan lini serang, seharusnya tidak lagi menjadi alasan bagi skuad Garuda untuk tampil maksimal. Fleksibilitas taktik menjadi kunci utama yang perlu dikembangkan.
Spanyol, sebagai contoh negara yang kerap sukses menerapkan strategi serupa, terbukti mampu mengoptimalkan peran pemain lain untuk menciptakan peluang dan mencetak gol. Hal ini menunjukkan bahwa tim tidak harus bergantung pada satu figur penyerang tunggal.
Penerapan strategi tanpa striker murni ini dipercaya dapat mendorong pemain lain untuk lebih aktif dalam menyerang. Pemain lini tengah atau sayap bisa saja bertukar posisi atau mengambil peran sebagai penyerang bayangan, menciptakan dinamika serangan yang lebih sulit diprediksi oleh lawan.
Dengan demikian, fokus Herdman dalam beberapa waktu ke depan dapat dialihkan untuk mematangkan taktik ini. Latihan yang terarah untuk meningkatkan kerjasama antar lini, penyelesaian akhir dari berbagai posisi, dan kemampuan adaptasi pemain di berbagai area penyerangan akan menjadi krusial.
Jika strategi ini berhasil diterapkan dengan baik, Timnas Indonesia berpotensi memiliki opsi serangan yang lebih variatif dan tidak mudah dibaca oleh tim lawan di ajang Piala AFF 2026 mendatang.
