Strategi Jitu Mengatasi Terbangun di Malam Hari dan Sulit Tidur Kembali

Muzairi M

Bangun di tengah malam dan mendapati diri tak bisa terlelap lagi adalah keluhan umum yang dapat mengganggu kualitas istirahat malam. Fenomena ini seringkali menimbulkan rasa frustrasi, padahal ada berbagai cara efektif yang bisa diterapkan untuk memulihkan kondisi tidur tanpa harus berbaring pasrah menanti kantuk. Para ahli menyarankan sejumlah trik sederhana namun ampuh untuk menenangkan pikiran dan tubuh agar kembali terlelap.

Salah satu pendekatan krusial adalah mengalihkan fokus dari kekhawatiran akan sulit tidur. Menurut Philip Lindeman, MD, PhD, justru rasa gelisah yang muncul akibat terbangunlah yang perlu dikelola terlebih dahulu. Alih-alih membiarkan pikiran berkelana ke arah kecemasan, cobalah menciptakan suasana mental yang positif. Lindeman menyarankan untuk membawa diri secara imajinatif ke "tempat yang membahagiakan," sebuah teknik visualisasi yang terbukti ampuh dalam merelaksasi otak.

"Cobalah membawa diri ke ‘tempat yang membahagiakan,’ ‘terbang’ di atas tempat yang kamu sukai, atau bahkan ‘berjalan’ ke sana jika itu membantu," ujar Lindeman seperti dilansir dari Real Simple. Ia menambahkan bahwa kondisi mata, apakah terbuka atau tertutup, bukanlah faktor penentu utama. Yang terpenting adalah menjaga lingkungan kamar tidur tetap dalam kondisi minim cahaya.

Paparan cahaya terang, terutama dari perangkat elektronik, merupakan musuh utama tidur nyenyak. Cahaya biru yang dipancarkan oleh ponsel, tablet, atau komputer diketahui dapat menekan produksi melatonin, hormon penting yang mengatur siklus tidur dan bangun tubuh. Jika cahaya dari luar ruangan masuk ke kamar, penggunaan tirai gelap atau masker mata bisa menjadi solusi.

"Jangan buka ponsel, tablet, atau komputer karena panjang gelombang cahaya yang dipancarkan akan menurunkan kadar melatonin," tegas Lindeman. Aktivitas seperti menonton serial di gawai dapat mengirimkan sinyal kepada tubuh untuk tetap waspada, menghambat proses relaksasi. Sebagai alternatif pengalih perhatian sementara, membaca buku fisik dalam cahaya temaram dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Bagi mereka yang kerap terbangun akibat stres atau perubahan rutinitas, mengatasi akar permasalahan menjadi kunci utama. Psikolog klinis Carolina Estevez, PsyD, merekomendasikan penerapan teknik relaksasi sebagai strategi ampuh. Teknik pernapasan dalam atau relaksasi otot progresif dapat membantu menonaktifkan sistem stres tubuh.

Salah satu teknik pernapasan yang populer adalah metode 4-7-8. Cara ini melibatkan menarik napas perlahan melalui hidung selama empat hitungan, menahan napas selama tujuh hitungan, dan mengembuskan napas perlahan melalui mulut selama delapan hitungan. Latihan ini terbukti efektif dalam menenangkan sistem saraf dan mempersiapkan tubuh untuk kembali tertidur.

Memaksakan diri untuk tetap berbaring di kasur ketika tidak bisa tidur justru dapat menimbulkan efek sebaliknya, yaitu asosiasi negatif dengan tempat tidur. Jika Anda sudah mencoba berbaring selama sekitar 20 menit tanpa hasil, Estevez menyarankan untuk bangkit dari tempat tidur. Pindah ke ruangan lain, seperti ruang keluarga yang tenang, dapat membantu menenangkan pikiran. Penting untuk tetap menjaga kondisi cahaya tetap temaram agar rasa kantuk kembali muncul.

Mandi air hangat juga bisa menjadi pilihan relaksasi yang efektif, namun sebaiknya dijadikan opsi terakhir jika keadaan mendesak, misalnya ketika harus bangun subuh untuk memulai aktivitas harian.

Mengabaikan jam dan memanfaatkan suara juga menjadi strategi yang direkomendasikan. Mengecek waktu secara berulang saat terbangun di malam hari berpotensi memicu kecemasan yang justru semakin menjauhkan dari tidur. Fokuslah pada upaya menenangkan diri alih-alih memikirkan berapa banyak waktu yang tersisa sebelum alarm berbunyi.

Untuk meredam gangguan suara dari luar, seperti suara bising lalu lintas atau tetangga, alat penghasil suara statis atau penutup telinga dapat membantu. Suara-suara alam seperti ombak atau dengung kipas angin dapat berfungsi sebagai white noise yang efektif melindungi tidur dari gangguan suara tak terduga.

Selain teknik-teknik yang dapat diterapkan saat terbangun di malam hari, rutinitas olahraga yang teratur di siang hari juga berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas tidur. Estevez menekankan bahwa aktivitas fisik yang cukup sepanjang hari dapat mencegah kebiasaan sering terbangun di malam hari.

Namun, penting untuk diingat agar tidak melakukan olahraga berat beberapa jam sebelum jadwal tidur malam. Sebagai gantinya, rutinitas peregangan ringan terbukti efektif mengendurkan otot-otot yang tegang dan mempersiapkan tubuh untuk relaksasi di malam hari. Mengintegrasikan berbagai strategi ini dapat membantu menciptakan kebiasaan tidur yang lebih sehat dan mengurangi frekuensi terbangun di tengah malam.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All