Perdebatan mengenai waktu terbaik untuk mengonsumsi nasi, apakah di pagi, siang, atau malam hari, tampaknya terus bergulir. Namun, para ahli gizi menegaskan bahwa tidak ada larangan mutlak untuk makan nasi pada jam-jam tersebut. Kunci utamanya terletak pada pengaturan porsi yang tepat, total asupan kalori harian, serta tingkat aktivitas fisik yang dijalani seseorang.
Menurut Prof. Dr. Ir. Ujianto, M.Sc., seorang ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mengonsumsi nasi pada pagi, siang, atau malam hari tidak menjadi masalah mendasar selama memperhatikan keseimbangan nutrisi dan kebutuhan energi tubuh. “Yang terpenting itu adalah bagaimana kita memanajemen porsi nasi yang dikonsumsi, serta bagaimana total asupan kalori kita dalam satu hari dan aktivitas fisik kita,” ujar Prof. Ujianto.
Pernyataan ini diperkuat oleh Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., seorang ahli gizi lainnya, yang menekankan pentingnya jumlah nasi yang dikonsumsi. Ia menjelaskan bahwa nasi, sebagai sumber karbohidrat utama, akan dipecah menjadi glukosa untuk energi. Jika tubuh tidak membutuhkan energi sebanyak yang disuplai dari nasi, maka glukosa tersebut akan diubah menjadi lemak.
Oleh karena itu, konsumsi nasi di malam hari, terutama jika aktivitas fisik cenderung menurun, perlu diwaspadai agar tidak berlebihan. “Ketika kita makan nasi di malam hari, aktivitas kita sudah tidak banyak, sehingga energi yang didapatkan dari nasi tersebut tidak terpakai dan akhirnya diubah menjadi lemak,” terang Dr. Rita. Hal ini bukan berarti nasi dilarang dikonsumsi di malam hari, melainkan perlu penyesuaian porsi yang lebih cermat dibandingkan waktu makan lainnya.
Secara umum, nasi tetap menjadi sumber energi yang penting bagi masyarakat Indonesia. Yang perlu ditekankan adalah bagaimana mengintegrasikannya dalam pola makan seimbang. Memperhatikan total kebutuhan kalori harian, serta memastikan bahwa karbohidrat yang dikonsumsi sesuai dengan tingkat aktivitas fisik, akan membantu menghindari penumpukan lemak. Kuncinya adalah kesadaran akan kebutuhan tubuh dan pilihan makanan yang bijak, bukan larangan makan nasi pada jam-jam tertentu.
