Monday, 10 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Strabismus: Ancaman Tersembunyi pada Penglihatan Anak, Pentingnya Deteksi Dini

Oleh Muzairi M August 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Setiap tahun pada Kamis pertama bulan Juni, dunia memperingati Hari Mata Juling Sedunia. Momen ini menjadi pengingat krusial bagi masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya deteksi dini dan koreksi strabismus atau mata juling. Kondisi ini tidak hanya mengancam fungsi penglihatan anak, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental mereka di kemudian hari.

Strabismus, atau mata juling, adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar saat melihat. Satu mata mungkin terlihat mengarah ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah, sementara mata lainnya melihat lurus ke depan. Fenomena ini seringkali lebih mudah dikenali pada anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Ahli Oftalmologi, dr. Elvio P. Rahardjo, Sp.M(K), menjelaskan bahwa strabismus merupakan masalah refraksi yang umum terjadi. “Strabismus ini adalah suatu kelainan refraksi yang umum terjadi pada anak-anak,” ujarnya dalam sebuah kesempatan. Penting untuk dicatat bahwa mata juling tidak selalu hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak. Justru, intervensi dini seringkali menjadi kunci keberhasilan penanganan.

Deteksi dini sangatlah vital. Orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda awal mata juling, seperti salah satu mata yang tampak tidak lurus, mata yang sering berkedip atau menyipitkan mata saat melihat, atau kesulitan dalam mengkoordinasikan kedua mata. Jika tidak ditangani, strabismus dapat menyebabkan amblyopia atau mata malas, sebuah kondisi di mana penglihatan pada satu mata tidak berkembang secara normal.

Lebih jauh lagi, dampak strabismus tidak hanya terbatas pada fisik. Anak-anak yang mengalami mata juling mungkin merasa malu atau kurang percaya diri akibat penampilan mereka. Hal ini dapat memicu masalah psikologis dan sosial, seperti kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya atau bahkan menarik diri dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, penanganan strabismus juga merupakan investasi untuk kesehatan mental anak di masa depan.

Penanganan strabismus bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa metode penanganan meliputi penggunaan kacamata, penutup mata (patching), latihan mata, hingga tindakan operasi. Konsultasi dengan dokter spesialis mata anak adalah langkah pertama yang paling tepat untuk menentukan strategi penanganan yang paling efektif bagi setiap individu.

Hari Mata Juling Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan mata rutin, terutama pada anak-anak. Dengan deteksi dan intervensi yang tepat waktu, potensi gangguan penglihatan dan masalah psikologis akibat strabismus dapat diminimalkan, memungkinkan anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp