Silverstone, Inggris – Meskipun menjadi tuan rumah bagi salah satu seri balap paling bergengsi di dunia, MotoGP di Sirkuit Silverstone tampaknya tidak mendapatkan sambutan antusias yang sama jika dibandingkan dengan gelaran Formula 1 (F1) di lintasan yang sama. Guenther Steiner, mantan bos tim F1 Haas, menilai bahwa minimnya popularitas ini bukanlah disebabkan oleh kurangnya upaya penyelenggara.
Steiner berpendapat bahwa ada faktor-faktor lain yang memengaruhi persepsi publik terhadap ajang MotoGP di Silverstone. Ia menekankan bahwa upaya untuk membuat acara ini sukses telah dilakukan, namun hasilnya belum sesuai harapan.
“Saya tidak berpikir ini karena kurangnya kemauan,” ujar Steiner mengenai perbandingan popularitas antara MotoGP dan F1 di Silverstone. Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa masalahnya bukan terletak pada minimnya dedikasi atau usaha para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP di sirkuit legendaris tersebut.
Ia melanjutkan, ada perbedaan mendasar yang perlu dicermati. “Jika Anda melihat apa yang terjadi di Silverstone, baik itu F1 atau MotoGP, ada banyak orang yang datang dan itu bagus. Tetapi Anda tidak dapat membandingkannya,” jelasnya. Steiner merujuk pada perbedaan skala dan basis penggemar yang melekat pada kedua seri balap tersebut.
Lebih lanjut, Steiner menguraikan beberapa aspek yang mungkin menjadi pembeda. “Ini adalah dua hal yang berbeda. F1 telah membangun dirinya selama bertahun-tahun, dan tentu saja, Anda memiliki banyak pembalap yang berasal dari Inggris,” katanya. Kehadiran pembalap lokal yang kuat seringkali menjadi magnet bagi penonton di negara asal mereka, sebuah elemen yang mungkin lebih dominan di F1 Inggris dibandingkan MotoGP.
Selain itu, Steiner juga menyinggung soal daya tarik umum dari kedua olahraga tersebut. “Dan saya pikir, secara umum, daya tarik F1 secara global sedikit lebih besar daripada MotoGP,” tambahnya. Meskipun MotoGP memiliki basis penggemar yang setia dan terus berkembang, F1 secara historis memiliki jangkauan dan pengenalan merek yang lebih luas di pasar global, yang berpotensi diterjemahkan menjadi antusiasme yang lebih besar di setiap acara.
