Francesco Bagnaia, pembalap tim Lenovo Ducati, mengungkapkan rasa frustrasi mendalam setelah menjalani Sprint Race MotoGP San Marino di Sirkuit Misano pada Sabtu, 9 September 2023. Ia menggambarkan pengalamannya sebagai sesuatu yang “memalukan” dan “frustrasi”, sekaligus mengakui bahwa masalah yang dihadapi motornya sangat signifikan.
Performa Bagnaia di lintasan yang seharusnya menjadi kandangnya ini memang jauh dari harapan. Ia harus puas finis di posisi ke-13, sebuah hasil yang sangat mengecewakan mengingat statusnya sebagai juara dunia bertahan dan pembalap tuan rumah. Situasi ini semakin diperparah dengan fakta bahwa rekan setimnya, Enea Bastianini, berhasil meraih podium kedua dalam balapan yang sama.
Bagnaia secara terbuka menyatakan bahwa ia merasakan kesulitan yang luar biasa sepanjang balapan. “Saya merasa frustrasi dan malu. Masalahnya sangat besar,” ujar Bagnaia kepada media setelah balapan. Ia menambahkan bahwa ia tidak bisa menemukan ritme yang tepat dan merasa sangat kesulitan untuk mengendalikan motornya.
Lebih lanjut, Bagnaia menyoroti beberapa aspek teknis yang menjadi kendalanya. Ia merasa performa motornya menurun drastis, terutama dalam hal traksi dan kemampuan menikung. “Saya tidak punya traksi di keluar tikungan dan saya tidak bisa mengerem seperti yang seharusnya,” jelasnya.
Hasil yang buruk ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Bagnaia dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP musim 2023. Ia kini tertinggal semakin jauh dari para pesaingnya. Tekanan semakin meningkat bagi tim dan pembalap Ducati untuk segera menemukan solusi atas masalah yang menghantuinya ini sebelum balapan utama di Sirkuit Misano digelar pada Minggu, 10 September 2023.
