Thursday, 30 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Spotify Luncurkan Mode Lari, Inovasi yang Mengejutkan Pengguna

Oleh Heni Maulidya July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Aplikasi streaming musik Spotify kini memperkenalkan fitur terbarunya, Mode Lari, yang dirancang khusus untuk menemani aktivitas fisik para penggunanya. Fitur ini tidak hanya sekadar memutar lagu secara acak, melainkan membangun pengalaman lari yang terstruktur, menyesuaikan tempo musik dengan fase-fase latihan, mulai dari pemanasan, interval kerja, pemulihan, hingga pendinginan.

Mode Lari ini menawarkan sebuah pendekatan baru dalam mendengarkan musik saat berolahraga. Berbeda dengan sekadar mengandalkan playlist biasa yang mungkin tidak sinkron dengan irama langkah kaki, fitur ini secara cerdas menyusun lagu berdasarkan preferensi pengguna dan tempo lari yang diinginkan. Tak hanya itu, Spotify juga menyematkan panduan audio di momen-momen krusial lari, memberikan sensasi seperti sesi latihan yang dipandu oleh pelatih profesional, mirip dengan yang ditawarkan oleh Nike Run Club.

Untuk dapat menikmati fitur ini, pengguna harus menjadi pelanggan Spotify Premium. Cara menemukannya cukup mudah, yaitu dengan mencari ‘fitness’ di dalam aplikasi untuk mengakses ‘Fitness Hub’, di mana Mode Lari akan terpampang di bagian paling atas. Pengguna dapat memilih dari 25 opsi preset yang telah disediakan atau merancang rutinitas lari mereka sendiri dari awal.

Setelah memilih Mode Lari, pengguna akan diminta menentukan jenis latihan, seperti ‘Just Run’, ‘Easy Runs’, ‘Interval’, ‘Pyramid’, atau ‘Long and Advanced’. Selanjutnya, mereka bisa memilih genre musik yang disukai, di antaranya pop, hip-hop, EDM, rock, dan R&B. Penulis artikel ini mencoba sebuah preset ‘Pyramid Rock Run’ dan melakukan beberapa penyesuaian. Durasi latihan diubah dari 30 menjadi 35 menit, dan pilihan genre diperluas mencakup house, Latin, classical, dan country. Terdapat pula ‘discovery slider’ yang memungkinkan pengguna menggeser preferensi ke arah musik baru hingga 75%. Mode pelatih audio diaktifkan, serta opsi penargetan BPM (beats per minute) lagu diatur pada 180, dengan pilihan ‘adjust song speed to match exactly’.

Setelah pengaturan selesai, Spotify membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk menghasilkan playlist. Hasilnya cukup memuaskan, dengan 75% lagu yang merupakan musik baru sesuai permintaan. Tempo lagu diawali dengan 133 BPM, naik ke puncak 180 BPM, namun sempat muncul satu lagu di fase pendinginan dengan tempo 210 BPM yang terasa membingungkan.

Meskipun sempat menemukan satu kejanggalan pada tempo lagu pendinginan, secara keseluruhan fitur Mode Lari ini dinilai sangat positif. Penulis merasa fitur ini adalah alat yang sangat baik bagi pelari yang ingin mengasah kepekaan terhadap ritme lari mereka. Sinkronisasi tempo musik dengan irama lari memberikan ‘teman’ berlari yang konsisten, sementara struktur latihan seperti piramida memaksa pengguna untuk merasakan perubahan pada langkah mereka seiring pergeseran intensitas. Panduan audio yang mengingatkan pada Nike Run Club, termasuk saran untuk memperbaiki postur dan menurunkan kecepatan, dianggap sangat membantu. Pesan audio yang disampaikan, seperti ‘biarkan irama mengendurkan langkahmu, dan ingat untuk mengendurkan kepalan tangan serta menurunkan bahu’ pada playlist hip-hop, atau ‘tetap cepat, tapi jangan memaksakan’ pada playlist rock, memberikan sentuhan personal.

Salah satu saran perbaikan yang diajukan adalah agar Spotify juga mengumumkan BPM lagu. Meskipun pelatih audio ini bersifat preset dan tidak merespons secara real-time, pengaturan yang ada dianggap sudah baik. Kejanggalan pada lagu 210 BPM di fase pendinginan justru membuat logika penyesuaian tempo yang lain terasa semakin akurat. Saran coaching favorit penulis adalah untuk fokus pada kick drum lagu, yang terbukti membantu mencapai tempo 180 BPM sesuai target saat mendengarkan lagu ‘Misery Business’ oleh Paramore. Bahkan jika pengguna kurang menyukai pilihan lagu yang disajikan, fitur ini tetap direkomendasikan sebagai cara menyenangkan untuk menyempurnakan ‘metronom’ internal dan berlatih pacing sebelum hari perlombaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp