Sony Akhiri Era PlayStation Store di PS3 dan PS Vita, Ini Jadwal Lengkapnya

Yohanes

Jakarta – Para penggemar game lawas Sony bersiap menghadapi perubahan besar. Sony Interactive Entertainment mengumumkan akan menutup akses PlayStation Store untuk konsol PlayStation 3 (PS3) dan PlayStation Vita (PS Vita). Keputusan ini menandai akhir dari era penjualan game digital di kedua platform ikonik tersebut.

Mulai tahun ini, pemain tidak lagi dapat membeli game digital baru untuk PS3 dan PS Vita. Namun, Sony memastikan bahwa judul game yang sudah terlanjur dibeli tetap dapat diunduh. Ini berarti koleksi digital Anda masih aman.

Sid Shuman, Direktur Senior Komunikasi Konten Sony Interactive Entertainment, menjelaskan alasan di balik penutupan ini. "Seiring dengan terus berkembangnya PlayStation Store untuk mendukung sistem perdagangan modern, termasuk standar pemrosesan pembayaran yang diperbarui, PS3 dan PS Vita tidak lagi mampu mendukung pembaruan ini pada tingkat yang dibutuhkan," ujar Shuman dalam pernyataan resminya pada Jumat, 3 Juli 2026.

Penutupan akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah. Di Meksiko, Honduras, dan Nikaragua, PlayStation Store akan dinonaktifkan pada Agustus 2026. Menyusul kemudian, negara-negara Amerika Latin lainnya, serta beberapa wilayah di Timur Tengah, akan mengalami penghentian dukungan pada akhir 2026. Penutupan global untuk kedua konsol lawas ini dijadwalkan pada Juli 2027.

Sony menyadari berita ini mungkin mengecewakan bagi banyak pemain. "Kami tahu berita ini mungkin mengecewakan para pemain PS3 dan PS Vita yang memiliki tempat khusus di hati mereka untuk generasi game ini," kata Shuman. "PS3 dan PS Vita mewakili era penting dalam sejarah PlayStation kami, jadi ini bukanlah keputusan yang mudah bagi kami."

Fokus utama Sony kini adalah memberikan pengalaman terbaik di perangkat PlayStation yang lebih baru. Alokasi sumber daya tim akan lebih diarahkan untuk mendukung platform modern.

Sebelumnya, Sony sempat berencana menutup PlayStation Store di kedua konsol ini pada tahun 2021. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah mendapatkan protes keras dari para penggemar. Mantan bos PlayStation, Jim Ryan, mengakui bahwa keputusan itu keliru. Antusiasme pemain yang membludak untuk membeli game klasik mendorong Sony untuk tetap memberikan dukungan.

Namun, kali ini Sony tampaknya serius dengan keputusannya. Hingga kini, belum ada respons masif dari para gamer seperti yang terjadi pada tahun 2021. Penutupan ini diharapkan dapat memaksimalkan efisiensi operasional dan pengembangan fitur di ekosistem PlayStation yang lebih mutakhir.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All