Bank Leumi, institusi perbankan terbesar di Israel, secara resmi mengumumkan terobosannya dalam memfasilitasi transaksi aset kripto bagi jutaan nasabahnya. Keputusan bersejarah ini menandai era baru dalam dunia finansial, di mana aset digital mulai mendapatkan pijakan yang lebih kuat dalam sistem perbankan konvensional.
Langkah strategis ini diumumkan pada hari Selasa, 15 Maret 2022, di mana Bank Leumi menyatakan kesiapannya untuk mengizinkan nasabahnya melakukan transaksi aset kripto. Keputusan ini merupakan respons terhadap meningkatnya minat dan adopsi aset kripto di kalangan masyarakat, sekaligus menunjukkan adaptasi sektor perbankan terhadap inovasi teknologi finansial.
Direktur Utama Bank Leumi, Hanan Friedman, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan ini. “Kami sangat antusias dengan dimulainya babak baru ini dalam layanan perbankan kami,” ujar Friedman dalam siaran persnya. “Bank Leumi berkomitmen untuk terus berinovasi dan menawarkan solusi keuangan terkini kepada nasabah kami, termasuk yang berkaitan dengan aset digital.”
Friedman menambahkan bahwa Bank Leumi telah menjalin kemitraan strategis dengan platform aset kripto terkemuka, yaitu Paxos. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa semua transaksi aset kripto yang difasilitasi oleh bank akan dilakukan dengan standar keamanan dan kepatuhan tertinggi. Paxos sendiri dikenal sebagai perusahaan teknologi finansial yang menyediakan infrastruktur blockchain dan aset digital, serta memiliki rekam jejak yang kuat dalam regulasi dan kepatuhan.
Melalui kemitraan dengan Paxos, Bank Leumi akan menyediakan akses bagi nasabahnya untuk membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto tertentu. Detail mengenai aset kripto spesifik yang akan didukung belum diungkapkan secara rinci, namun diperkirakan akan mencakup mata uang kripto utama yang memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi.
Langkah Bank Leumi ini diprediksi akan memberikan dorongan signifikan bagi adopsi aset kripto di Israel. Dengan dukungan dari salah satu institusi keuangan terbesar di negara tersebut, nasabah akan merasa lebih aman dan percaya diri untuk berinvestasi dalam aset digital. Hal ini juga berpotensi mendorong bank-bank lain di Israel dan bahkan di negara lain untuk mengikuti jejak serupa, membuka jalan bagi integrasi yang lebih luas antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem aset kripto.
