Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat menempatkannya dalam daftar 10 mata uang terlemah di dunia. Berdasarkan data terkini, mata uang Garuda menduduki peringkat kelima dengan kurs mencapai Rp17.820 per satu Dolar AS.
Posisi Rupiah yang berada di urutan kelima menunjukkan pelemahan signifikan jika dibandingkan dengan beberapa mata uang lainnya. Lemahnya nilai tukar ini menjadi perhatian, mengingat dampaknya terhadap perekonomian nasional, termasuk inflasi dan daya beli masyarakat.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mata uang terlemah di dunia saat ini adalah Dolar Zimbabwe, yang memiliki nilai tukar setara dengan Rp28.000 per Dolar AS. Diikuti oleh Leu Moldova di posisi kedua dengan kurs Rp17.900 per Dolar AS, dan Bolivar Venezuela di peringkat ketiga dengan Rp17.880 per Dolar AS.
Posisi keempat ditempati oleh Pound Lebanon, yang memiliki nilai tukar Rp17.850 per Dolar AS. Setelah Rupiah di peringkat kelima, mata uang lain yang juga masuk dalam daftar 10 terlemah adalah Leone Sierra Leone di urutan keenam (Rp17.500 per Dolar AS), Dong Vietnam di peringkat ketujuh (Rp17.000 per Dolar AS), dan Franc Komoro di posisi kedelapan (Rp16.800 per Dolar AS).
Melengkapi daftar 10 mata uang terlemah, terdapat Kyat Myanmar di peringkat kesembilan dengan kurs Rp16.500 per Dolar AS, dan Franc Guinea di posisi kesepuluh (Rp15.000 per Dolar AS). Perbandingan ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh mata uang-mata uang tersebut dalam mempertahankan nilainya di pasar global terhadap kekuatan Dolar AS.
