Sektor penjualan eceran Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pada Juni 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat tumbuh positif sebesar 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Pertumbuhan ini menandai momentum positif dalam aktivitas konsumsi masyarakat.
Meskipun demikian, proyeksi untuk bulan berikutnya, Juli 2026, menunjukkan optimisme yang lebih tinggi. BI memperkirakan IPR akan melanjutkan tren positifnya dengan laju pertumbuhan yang lebih kencang, yaitu sebesar 0,9% secara tahunan. Angka ini diprediksi akan mencapai level 224,4, mengindikasikan peningkatan daya beli dan permintaan barang dan jasa yang lebih kuat.
Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk stabilnya inflasi dan kebijakan stimulus yang mulai terasa dampaknya. BI terus memantau perkembangan ekonomi makro untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ke depan, perbaikan kinerja sektor ritel ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional secara keseluruhan.
