Monday, 24 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Sinergi Sucofindo dan Disperindag Banten Tingkatkan Keamanan Industri Kimia

Oleh Yohanes August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

PT Sucofindo (Persero) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten menjalin kerja sama strategis guna memperkuat upaya mitigasi risiko, khususnya terkait penanganan keadaan darurat bahan kimia di wilayah industri Banten. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan responsifitas terhadap potensi insiden berbahaya.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak dilaksanakan pada Senin, 22 Mei 2023, di Kantor Disperindag Provinsi Banten. Kesepakatan ini menjadi landasan hukum bagi kedua instansi untuk bersinergi dalam berbagai aspek, mulai dari identifikasi potensi bahaya, penyusunan prosedur penanganan darurat, hingga pelaksanaan simulasi dan pelatihan.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Sucofindo, Darwin Nasution, menyatakan komitmen perusahaannya untuk mendukung penuh upaya peningkatan keselamatan industri di Banten. “Kami hadir untuk memberikan nilai tambah melalui keahlian dan pengalaman kami dalam pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan konsultasi, khususnya di sektor industri kimia,” ujar Darwin dalam keterangannya. Sucofindo memiliki tim ahli yang siap membantu Disperindag Banten dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko yang mungkin timbul dari operasional industri kimia.

Lebih lanjut, Darwin menambahkan bahwa kerja sama ini juga mencakup transfer ilmu dan teknologi terkait manajemen risiko bahan kimia. “Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas Disperindag Banten dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap industri kimia, sehingga tercipta lingkungan industri yang lebih aman dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kepala Disperindag Provinsi Banten, Virgo Jon Fajar, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak yang memiliki kompetensi teknis seperti Sucofindo. “Kami menyadari bahwa pengelolaan risiko industri kimia memerlukan keahlian khusus. Melalui MoU ini, kami dapat memanfaatkan sumber daya dan keahlian yang dimiliki Sucofindo untuk bersama-sama mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan kerugian yang lebih besar,” kata Virgo. Ia juga berharap agar kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan, melainkan dapat diimplementasikan secara konkret dalam program-program yang bermanfaat bagi pelaku industri dan masyarakat Banten.

Dalam implementasinya, Sucofindo dan Disperindag Banten akan fokus pada beberapa area prioritas. Ini termasuk pengembangan sistem informasi manajemen risiko, pelaksanaan audit keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan-perusahaan kimia, serta penyusunan dan sosialisasi pedoman tanggap darurat. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk mengadakan kegiatan pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana atau kecelakaan yang melibatkan bahan kimia berbahaya secara berkala.

Bagikan: Facebook X WhatsApp