Bagi Anda yang menikmati kisah cinta yang sudah bisa ditebak namun tetap memikat dalam serial Prime Video ‘Off Campus’, ada sebuah film klasik dari tahun 1992 yang sangat direkomendasikan. Film berjudul ‘The Cutting Edge’ ini menawarkan nuansa yang serupa, yakni perjalanan dua karakter yang awalnya saling bertolak belakang namun tak terhindarkan akan jatuh cinta.
‘Off Campus’, yang diadaptasi dari novel bestseller Elle Kennedy, mengisahkan tentang Garrett (Belmont Cameli) dan Hannah (Ella Bright) yang jelas-jelas ditakdirkan bersama sejak pertemuan pertama mereka di ruang ganti pria. Keseruan serial ini terletak pada bagaimana mereka berjuang melawan takdir yang telah ditentukan.
Jika Anda sudah menyelesaikan musim pertama ‘Off Campus’ dan mencari tontonan serupa, ‘The Cutting Edge’ bisa menjadi pilihan yang tepat. Meskipun usianya sudah tiga dekade dan para pemainnya mungkin tidak terlalu familiar, film ini berhasil menangkap esensi dari keyakinan bahwa cinta dapat mengatasi segala rintangan, termasuk kesalahpahaman dan kemitraan yang canggung.
Premis ‘The Cutting Edge’ memiliki kemiripan dengan ‘Off Campus’. Doug Dorsey (D.B. Sweeney), seorang pemain hoki berbakat, mengalami cedera yang mengakhiri kariernya sesaat sebelum meraih medali emas Olimpiade. Di sisi lain, Kate Moseley (Moira Kelly), seorang skater seluncur indah yang perfeksionis dan temperamental, kesulitan menemukan pasangan. Pelatihnya yang putus asa kemudian menawarkan posisi tersebut kepada Doug. Meskipun Doug menganggap seluncur indah memalukan, ia membutuhkan kesempatan kedua, sementara Kate memandang Doug sebagai atlet yang kurang cerdas, namun ia kehabisan pilihan. Keduanya sepakat untuk bekerja sama, dan seperti yang diduga, mereka saling membenci di awal. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyangkal perasaan masing-masing dan menghalangi diri sendiri, layaknya Hannah dan Garrett.
Salah satu daya tarik utama ‘Off Campus’ adalah dialog jenaka antar karakternya. ‘The Cutting Edge’ juga dipenuhi dengan percakapan tajam dan lucu, mulai dari Doug yang belajar tentang ‘toe pick’ dengan cara yang sulit, hingga Kate yang menyindir, “Aku yakin tidak ada yang kulakukan yang akan kau anggap menarik. Aku tidak membuka botol bir dengan jari kakiku.” Interaksi Doug dan Kate yang semakin menggemaskan saat mereka berusaha menutupi ketertarikan satu sama lain menjadi salah satu kekuatan film ini.
Bagi Anda yang menantikan akhir yang manis dan penuh emosi dalam sebuah komedi romantis, ‘The Cutting Edge’ tidak akan mengecewakan. Adegan penutup film ini terasa sangat kuat setelah mengikuti perjalanan mereka. Film ini menyajikan pidato penuh gairah, momen kerentanan emosional, dan sebuah gestur besar yang menyentuh hati, meskipun dengan sentuhan unik yang berbeda dari klise film romantis pada umumnya. Kepuasan inilah yang menjadikan ‘The Cutting Edge’ sebagai film kultus dalam beberapa tahun terakhir.
Jika Anda membutuhkan tontonan pengisi waktu sembari menunggu musim kedua ‘Off Campus’, segera saksikan ‘The Cutting Edge’. Film ini dapat ditonton gratis di Tubi atau disewa di Prime Video.
