Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menghantam sebuah biara di Myanmar pada hari Selasa. Peristiwa tragis ini terjadi ketika para warga sipil tengah berkumpul untuk mengikuti retret meditasi.
Menurut seorang petugas penyelamat yang enggan disebutkan namanya, lokasi biara tersebut diserang sebanyak dua kali. Serangan kedua terjadi sesaat setelah serangan pertama, menambah jumlah korban jiwa dan kepanikan di antara para hadirin.
Insiden ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Myanmar yang telah dilanda konflik berkepanjangan sejak kudeta militer tahun 2021. Serangan terhadap tempat ibadah dan warga sipil telah berulang kali dilaporkan, menimbulkan keprihatinan internasional.
Pihak berwenang setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab serangan maupun pelaku di balik insiden memilukan ini. Namun, laporan awal mengindikasikan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan militer Myanmar dan kelompok perlawanan.
Petugas penyelamat yang berada di lokasi kejadian menggambarkan suasana yang kacau balau. Mereka berjuang untuk mengevakuasi para korban di tengah reruntuhan bangunan biara yang hancur. Upaya pencarian korban selamat masih terus dilakukan.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan warga sipil yang terjebak dalam konflik bersenjata di Myanmar. Komunitas internasional mendesak semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional dan menghentikan kekerasan yang menargetkan warga sipil dan tempat-tempat ibadah.
