Buenos Aires, Argentina – Di tengah gegap gempita persiapan Piala Dunia 2026, Argentina melayangkan protes keras terhadap Inggris. Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, menuding Angkatan Laut Kerajaan Inggris melakukan manuver tak terduga.
Menurut Quirno, kapal perang Inggris secara sengaja memasuki wilayah perairan yang diklaim Argentina sebagai bagian dari Kepulauan Malvinas. Kejadian ini sontak memicu ketegangan diplomatik baru.
“Kami telah mengamati pergerakan kapal perang Inggris di zona ekonomi eksklusif kami,” ujar Quirno dengan nada tegas dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (27/5/2024). Ia menambahkan bahwa tindakan ini dianggap provokatif.
Argentina secara historis mengklaim Kepulauan Malvinas, yang oleh Inggris disebut sebagai Falkland Islands. Sengketa kedaulatan atas kepulauan strategis di Atlantik Selatan ini telah berlangsung lama.
Pemerintah Argentina menegaskan bahwa kehadiran kapal perang Inggris tanpa pemberitahuan sebelumnya merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Hal ini juga dianggap mengganggu kedaulatan teritorial Argentina.
Quirno secara spesifik menyebutkan bahwa insiden ini terjadi saat dunia sedang berfokus pada gelaran akbar sepak bola. Ia mempertanyakan relevansi dan waktu dari kehadiran militer Inggris tersebut.
“Kami mendesak Inggris untuk menghormati kedaulatan kami dan menarik armada mereka dari perairan kami,” tegas Quirno. Ia juga meminta penjelasan resmi dari pihak Inggris terkait tujuan kehadiran kapal perang mereka.
Kementerian Luar Negeri Argentina telah mengirimkan nota protes resmi kepada Kedutaan Besar Inggris di Buenos Aires. Argentina berharap adanya tanggapan konstruktif dari London.
Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Inggris mengenai tuduhan yang dilayangkan oleh Argentina. Namun, insiden ini kembali mengingatkan dunia akan isu sengketa Kepulauan Malvinas yang belum terselesaikan.
Konteks Piala Dunia 2026 yang semakin dekat tampaknya tidak mampu meredam friksi geopolitik antar kedua negara. Argentina berupaya menjaga kedaulatannya di tengah dinamika internasional yang kompleks.
Pemerintah Argentina berjanji akan terus memantau situasi dan mengambil langkah diplomatik yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya. Isu ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan dalam beberapa waktu ke depan.
