Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Rupiah Menguat Tajam: Ditemani Data Ekonomi Positif, Capai Rp17.511 per Dolar AS

Oleh Yohanes September 9, 2026 38 minutes lalu 0 komentar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (9 September 2026). Mata uang Garuda berhasil naik 121 poin, atau setara dengan 0,69%, mengakhiri hari di level Rp17.511 per dolar AS. Penguatan ini didukung oleh dua data ekonomi domestik yang dirilis baru-baru ini.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2026 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01%. Angka ini lebih rendah dari inflasi pada Juli 2026 yang sebesar 0,21%. “Deflasi Agustus 2026 tercatat sebesar 0,01% karena adanya penurunan harga yang cukup merata di beberapa kota,” ujar Kepala BPS, Suryamin, dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Kepala BPS menjelaskan bahwa deflasi ini terutama didorong oleh penurunan harga pada beberapa komoditas, seperti tarif listrik, angkutan udara, dan beberapa bahan makanan. “Bisa dikatakan, dengan adanya deflasi ini, daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik,” tambahnya.

Selain IHK, data ekonomi positif lainnya datang dari sektor neraca perdagangan. Pada Juli 2026, Indonesia berhasil mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$1,06 miliar. Surplus ini didorong oleh peningkatan nilai ekspor yang mencapai US$14,24 miliar, sementara impor tercatat sebesar US$13,18 miliar.

Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, menyambut baik capaian neraca perdagangan tersebut. Ia menyatakan, “Ini menunjukkan bahwa ketahanan ekspor kita tetap terjaga, bahkan ada peningkatan yang cukup baik.” Thomas Lembong juga menekankan pentingnya menjaga momentum ini agar terus berlanjut di bulan-bulan mendatang.

Penguatan rupiah ini merupakan respons positif pasar terhadap dua indikator ekonomi domestik yang menunjukkan stabilitas dan potensi pertumbuhan. Deflasi yang terkendali memberikan sinyal positif terhadap daya beli masyarakat, sementara surplus neraca perdagangan memperkuat fundamental eksternal perekonomian Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp