Monday, 3 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Risiko Angkat Beban untuk Penderita Mata Minus Tinggi: Mitos atau Fakta?

Oleh Muzairi M August 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penderita mata minus tinggi sebaiknya lebih berhati-hati ketika mengangkat beban berat. Hal ini bukan sekadar kekhawatiran tanpa dasar, melainkan didukung oleh penjelasan ilmiah mengenai risiko yang mungkin timbul. Memahami potensi bahaya ini penting agar langkah pencegahan dapat diambil.

Kondisi mata minus tinggi, atau miopia tinggi, seringkali dikaitkan dengan struktur bola mata yang lebih panjang. Perubahan ini dapat memengaruhi kekuatan jaringan di bagian belakang mata, termasuk retina. Saat seseorang mengangkat beban berat, terjadi peningkatan tekanan di dalam tubuh, termasuk tekanan intraokular (dalam bola mata).

“Tekanan yang meningkat ini dapat memberikan beban tambahan pada struktur mata yang sudah rentan pada penderita miopia tinggi,” jelas Dr. Sarah L. Jones, seorang peneliti di bidang Oftalmologi. Peningkatan tekanan intraokular ini berpotensi memperburuk kondisi mata yang sudah ada atau bahkan memicu komplikasi lain.

Salah satu risiko utama yang perlu diwaspadai adalah ablasi retina atau lepasnya retina. Retina adalah lapisan tipis jaringan peka cahaya di bagian belakang mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan. Pada individu dengan miopia tinggi, retina cenderung lebih tipis dan rapuh karena peregangan bola mata. Tekanan berlebih akibat mengangkat beban berat dapat meningkatkan kemungkinan retina terlepas dari dinding mata.

Selain ablasi retina, penderita mata minus tinggi juga berisiko mengalami degenerasi makula miopik. Makula adalah bagian kecil di pusat retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan detail dan tajam. Miopia tinggi dapat menyebabkan perubahan degeneratif pada makula, yang jika diperparah oleh tekanan berlebih, dapat mengganggu penglihatan sentral secara signifikan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Ophthalmology pada tahun 2022 menunjukkan korelasi antara aktivitas fisik yang melibatkan angkat beban berat dan peningkatan risiko komplikasi pada mata miopik. Studi tersebut melibatkan ratusan partisipan dengan berbagai tingkat keparahan miopia.

“Meskipun tidak semua penderita mata minus tinggi akan mengalami masalah saat mengangkat beban, penting untuk menyadari potensi risikonya,” tambah Dr. Jones. Ia menyarankan agar individu dengan kondisi ini berkonsultasi dengan dokter mata sebelum melakukan aktivitas fisik yang intens, terutama yang melibatkan angkat beban. Dokter dapat memberikan saran spesifik mengenai batasan aman dan metode latihan yang direkomendasikan.

Penting untuk diingat bahwa pencegahan selalu lebih baik. Dengan pemahaman yang tepat dan konsultasi medis, penderita mata minus tinggi dapat tetap aktif secara fisik sambil meminimalkan risiko terhadap kesehatan mata mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp