Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
BADMINTON

Ricky Soebagdja Pantau Langsung Pelatwil Barat Medan, Sinkronisasi Pembinaan Atlet

Oleh Wibowo July 21, 2026 7 hours lalu 0 komentar

Medan, 17 Juli 2026 – Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, yang juga menjabat sebagai Kepala Pelatnas Wilayah (Pelatwil) PP PBSI Tahun 2026, melakukan kunjungan kerja ke Pelatwil Barat di Medan, Sumatera Utara. Tujuannya adalah untuk memantau langsung pelaksanaan program pembinaan atlet bulutangkis dan memastikan keselarasan dengan sistem yang diterapkan di Pelatnas PBSI Cipayung.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Ricky Soebagdja untuk menyambangi seluruh Pelatwil di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya sinkronisasi program dan pengawasan terhadap jalannya pembinaan yang menjadi perpanjangan tangan Pelatnas. Melalui monitoring dan evaluasi berkala, PP PBSI berupaya menjaga kualitas pembinaan di setiap Pelatwil agar sesuai dengan standar nasional dan berlangsung secara berkesinambungan.

Program Pelatwil, yang telah berjalan sejak November 2025, merupakan strategi PP PBSI untuk mendesentralisasi pembinaan atlet bulutangkis. Program ini diharapkan dapat menjaring talenta muda dari berbagai daerah dan menjadi jembatan antara pembinaan di tingkat daerah dengan Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta. Hingga kini, Pelatwil Barat di Medan telah membina 12 atlet hasil seleksi yang mengikuti program pembinaan terstruktur.

Selama berada di Medan, Ricky Soebagdja didampingi oleh Ketua Tim Kajian Pelatwil sekaligus Audit Internal PP PBSI, Slamet Soedarsono, serta Wakil Bendahara Umum PP PBSI, Eddy Prayitno. Mereka meninjau langsung kegiatan latihan atlet di GOR Pancing Medan. Para atlet menjalani program latihan yang dirancang sesuai standar nasional, didukung fasilitas asrama, dan difasilitasi untuk mengikuti berbagai kejuaraan nasional, termasuk Sirkuit Nasional (Sirnas).

Dalam kunjungannya, Ricky Soebagdja juga berdialog dengan para pelatih dan memberikan pembekalan kepada atlet serta pelatih. Ia menekankan bahwa Pelatwil adalah kesempatan emas bagi atlet muda untuk mengembangkan diri dan membuktikan kemampuan. Ricky mengingatkan pentingnya disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dalam setiap proses latihan, karena Pelatwil merupakan salah satu jalur menuju Pelatnas.

Kepada para pelatih, Ricky berpesan untuk terus menjaga kualitas program latihan, melakukan evaluasi rutin, serta membangun komunikasi yang baik dengan atlet demi optimalisasi proses pembinaan. Ia menambahkan, “Indonesia memiliki banyak talenta bulutangkis yang tersebar di berbagai daerah. Tugas kami adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang berkualitas sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan suatu saat mampu menembus Pelatnas. Pelatwil menjadi jembatan yang menghubungkan potensi-potensi daerah dengan sistem pembinaan nasional yang terstruktur.”

Ricky Soebagdja menyatakan bahwa kunjungan ke setiap Pelatwil penting untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai standar PP PBSI. “Kami ingin memastikan program latihan, evaluasi, hingga pembentukan karakter atlet berjalan selaras dengan sistem yang diterapkan di Pelatnas sehingga proses transisi atlet dari Pelatwil ke Pelatnas dapat berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 ini juga menyoroti pentingnya kesempatan bertanding. “Pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena akan membentuk mental, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan hasil latihan. Kami berharap para atlet dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menuju level yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Dengan pembinaan yang terintegrasi antara Pelatwil dan Pelatnas, PP PBSI optimistis dapat melahirkan lebih banyak atlet berbakat dari berbagai daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional, serta membangun fondasi sistem pembinaan bulutangkis Indonesia yang berkelanjutan dan mampu melahirkan prestasi dunia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait