Sebanyak 1.173 siswa dari 45 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berhasil meraup pendapatan kolektif senilai lebih dari Rp483 juta. Angka fantastis ini merupakan buah manis dari partisipasi mereka dalam program kewirausahaan Student Company.
Program yang digagas oleh Zurich dan Starbucks ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem wirausaha kreatif di kalangan generasi muda. Melalui Student Company, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam mengelola sebuah perusahaan.
Para peserta program ditantang untuk membentuk perusahaan siswa sendiri, mulai dari tahap perencanaan bisnis, produksi, pemasaran, hingga penjualan. Keberhasilan mereka dalam mencapai omzet Rp483 juta lebih menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh para wirausahawan muda Indonesia.
Zurich, sebagai salah satu mitra utama, memberikan dukungan dalam bentuk pembekalan pengetahuan dan keterampilan di bidang manajemen risiko dan keuangan. Sementara itu, Starbucks turut berkontribusi dalam aspek pengembangan produk dan strategi pemasaran yang relevan dengan tren pasar saat ini.
“Kami bangga melihat antusiasme dan hasil yang dicapai oleh para siswa. Program ini bukan hanya tentang menghasilkan uang, tetapi lebih kepada menanamkan jiwa kewirausahaan, kemandirian, dan kemampuan berinovasi sejak dini,” ujar salah satu perwakilan Zurich dalam sebuah kesempatan.
Lebih lanjut, dikatakan bahwa kolaborasi dengan Starbucks membuka wawasan baru bagi para siswa. “Starbucks berbagi pengalaman berharga tentang bagaimana membangun brand yang kuat dan menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Ini sangat inspiratif bagi mereka yang baru memulai,” tambahnya.
Program Student Company ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, ekosistem wirausaha kreatif di kalangan pelajar diharapkan semakin kokoh, melahirkan generasi penerus bangsa yang inovatif dan berdaya saing tinggi di masa depan.
