Para pembalap MotoGP angkat bicara mengenai rencana tata letak sirkuit yang baru di Adelaide, Australia. Desain terbaru ini disebut-sebut menawarkan sensasi ‘normal track’ yang berada di tengah perkotaan, sebuah kombinasi yang menarik perhatian sekaligus memicu diskusi di kalangan pebalap.
Salah satu aspek yang paling disorot adalah penempatan sirkuit di tengah kota. Hal ini menimbulkan pertanyaan sekaligus antusiasme tentang bagaimana rasanya melaju kencang di lintasan yang dikelilingi lingkungan perkotaan. Desain sirkuit ini diklaim oleh para perancangnya memiliki karakteristik yang lebih ‘normal’, berbeda dari beberapa sirkuit jalan raya yang pernah ada.
Menanggapi hal tersebut, pembalap Pramac Racing, Jorge Martín, memberikan pandangannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya masih menantikan detail lebih lanjut mengenai tata letak tersebut. “Saya belum melihatnya secara detail, tapi saya mendengar bahwa itu adalah trek yang normal di tengah kota,” ujar Martín. Ia menambahkan bahwa dirinya tertarik untuk melihat bagaimana sirkuit tersebut dirancang dan bagaimana ia akan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Pembalap Ducati Lenovo Team, Enea Bastianini, juga turut berkomentar mengenai potensi sirkuit baru ini. Baginya, konsep ‘normal track’ di tengah kota terdengar menarik. “Saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang baru dan menarik,” kata Bastianini. Ia berharap sirkuit tersebut dapat menawarkan pengalaman balap yang seru dan menantang bagi para pembalap, sekaligus menjadi daya tarik baru bagi para penggemar MotoGP di Australia.
Rencana pembangunan sirkuit di Adelaide ini merupakan bagian dari upaya Australia untuk kembali menjadi tuan rumah seri MotoGP. Jika terealisasi, ini akan menjadi kembalinya MotoGP ke negara Kanguru setelah terakhir kali menggelar balapan di Sirkuit Phillip Island pada tahun 2022.
Detail mengenai spesifikasi teknis dan tata letak pasti dari sirkuit Adelaide ini masih terus berkembang. Para pembalap dan penggemar MotoGP akan menantikan pembaruan lebih lanjut mengenai proyek ambisius ini, yang berpotensi membawa nuansa baru dalam kalender balap MotoGP.
